Breaking News:

Berita Trenggalek Hari Ini

300 Orang Berebut 50 Kios/Los Kosong Pasar Pon Trenggalek

Sebanyak 300 orang warga Trenggalek mengajukan diri untuk menyewa kios atau los di Pasar Pon yang baru.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Pasar Pon Trenggalek. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Sebanyak 300 orang warga Trenggalek mengajukan diri untuk menyewa kios atau los di Pasar Pon yang baru.

300 orang tersebut berniat menyewa kios/los itu sebagai lapak dagangan.

Sebanyak 300 pedagang ini adalah orang-orang di luar pedagang lama.

Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Trenggalek menyebut para pedagang lama korban kebakaran tiga tahun silam itu telah mendapat jatah kios atau los sesuai pembagian.

"Kami akan tawarkan kios atau los kosong yang tersisa yang jumlahnya 50 itu ke pedagang baru lewat undian," kata Agoes Setiono, Kepala Dinas Koperindag Trenggalek kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (18/6/2021).

Model pengundian dilakukan untuk meminimalisir adanya risiko konflik kepentingan.

Dengan undian, siapa saja dari 300 orang itu berpeluang dapat menyewa kios/los di Pasar Pon.

"Kami akan kumpulkan nanti. Tapi kami belum menjadwalkan. Yang pasti kami akan mengabari ketika sudah mendekati harinya," tambah Agoes.

Calon pedagang yang akan mengikuti undian adalah mereka yang akan berdagang sesuai dengan zona kios/los yang kosong.

Sebagai contoh, apabila ada calon pedagang yang ingin berjualan asesoris, sementara kios zona penjualan asesoris telah penuh, mereka dianggap otomatis gugur.

"Kecuali mereka mau menyesuaikan hasil jualan dengan lokasi zona kios yang ada," sambungnya.

Agoes berharap proses penyewaan kios ke pedagang baru bisa segara terlaksana. Hal itu akan membuat Pasar Pon lebih ramai.

"Itu juga akan berkaitan dengan pendapatan asli daerah (PAD) di kami," ungkap dia.

Agoes mengakui belum semua pedagang dari pasar relokasi pindah ke Pasar Pon, setelah pasar itu diresmikan beberapa bulan lalu.

"Kami memahami karena alasan mereka juga beragam. Pindahan kan juga berkaitan dengan biaya dan kesiapan barang-barangnya," ungkap dia.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved