Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Rencana Membangun Pasar Besar Malang Dimulai, Pemkot Malang - Matahari Mulai Susun Draft Adendum

Penyusunan draft adendum ini dilakukan oleh Pemkot Malang, karena Pasar Besar masih terikat perjanjian kerjasama (PKS) dengan Matahari sampai 2034

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar H
Kondisi dan suasana yang ada di dalam lantai dasar Pasar Besar Kota Malang. Rencananya Pemkot Malang akan melakukan revitalisasi Pasar Besar pada 2022 mendatang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Rencana Pemerintah Kota Malang untuk membangun Pasar Besar pada tahun 2022 mendatang kini dimulai dengan penyusunan draft adendum.

Prosesnya pun kini sedang berjalan, setelah Wali Kota Malang, Sutiaji melakukan pertemuan dengan pihak ketiga, Matahari di Jakarta pada Rabu kemarin (16/8/2021).

Penyusunan draft adendum ini dilakukan oleh Pemkot Malang, karena Pasar Besar masih terikat perjanjian kerjasama (PKS) dengan Matahari sampai tahun 2034 .

Sementara Pemkot Malang berencana akan melakukan revitalisasi di Pasar Besar karena melihat kondisinya yang memprihatinkan setelah dilanda kebakaran pada 2016 .

"Kemarin saya sudah ketemu dengan tim Matahari di Jakarta. Sebentar lagi, kami akan menyusun draft adendum. Saya sudah memerintahkan Sekda untuk segera merapatkan," ucap Sutiaji.

Setelah penyusunan draft adendum tersebut, Pemkot Malang akan mengirimkannya kepada pihak Matahari.

Baru setelah itu akan dilanjutkan dengan pembahasan lebih lanjut bersama dengan Matahari terkait adendum.

"Intinya kami buatkan draft adendum dulu. Baru setelah itu kami lakukan pembahasan lanjutan dengan Matahari," ucapnya.

Melihat rencana Pemkot Malang yang sedang melakukan penyusunan draft adendum untuk Pasar Besar, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika meminta isi dari penyusunan draft tersebut kepentingannya harus mengarah kepada pedagang.

Dalam penyusunan draft adendum tersebut juga mengahasilkan solusi yang baik, baik dari Pemkot Malang, Matahari dan para pedagang.

"Draft adendum yang dibuat itu harus menghasilkan solusi terbaik dengan menguntungkan semua pihak. Kami belum komentar banyak, karena draft adendum ini belum sampai ke kami," ucapnya.

Politisi PDIP itu memberikan saran, bahwa draft adendum tersebut harus dibahas secara mendalam.

Setelah itu, pihaknya akan melakukan dengar pendapat baik itu kepada Pemkot Malang, pedagang Pasar Besar, dan Matahari.

"Rencana kami seperti itu. yang jelas intinya ini, Pemkot ngotot mau bangun Pasar Besar. Tapi adendum harus diubah dulu, supaya APBD bisa masuk ke situ. Tanpa ada perubahan adendum APBD tidak akan bisa masuk," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved