Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Komnas PA Beri Informasi ke Polda Jatim Pelaku Baru Tindak Kekerasan Anak di Sekolah SPI Kota Batu

Komnas PA Beri Informasi ke Polda Jatim Pelaku Baru Tindak Kekerasan Anak di Sekolah SPI Kota Batu

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menyampaikan informasi rencana pemeriksaan JE oleh Polda Jatim atas dugaan tindakan pelecehan seksual, kekerasan terhadap anak dan eksploitasi ekonomi.

Informasi itu disampaikan Arist berdasarkan keterangan yang ia terima setelah datang ke Polda Jatim.

Perkara ini telah ditangani oleh Subdit Renakta Ditreskrimsus Polda Jatim sejak akhir Mei 2021. Tercatat sudah ada 14 saksi korban yang telah diperiksa.

Saat ke Polda Jatim, Arist juga menyampaikan informasi lokasi terjadinya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh JE. Informasi itu ia sampaikan berdasarkan keterangan dari saksi korban.

“Saya juga telah memberikan informasi tempat kejadian perkara yang baru dan dapat diperiksa oleh penyidik. Tempatnya di luar Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI),” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (19/6/2021).

Komnas PA juga memberikan informasi tambahan terduga pelaku yang  melakukan kekerasan fisik terhadap salah seorang peserta didik di SPI ke petugas di Polda Jatim. Namun Arist belum menyebut inisial satu orang yang menjadi terduga tersebut.

“Tadi saya memberikan informasi tambahan yang bisa dijadikan bukti petunjuk untuk melengkapi barang bukti. saya memberikan satu nama lagi sebagai terduga pelaku kekerasan fisik untuk diperiksa,” katanya.

Kasus ini mendapat perhatian publik secara luas. Selain Komnas PA, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) yang diketuai Seto Mulyadi atau Kak Seto juga turut memberikan perhatian.

Saat datang ke Kota Batu, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi meminta Polisi Daerah Jawa Timur segera mengumumkan hasil pemeriksaan laporan korban dugaan pelecehan seksual anak-anak alumnus SPI. Hal itu disampaikan Kak Seto setelah bertemu Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko di Balai Kota Among Tani, Senin (14/6/2021).

"Oknum silahkan diproses, kami juga mohon Polda Jatim segera mengumumkan hasil pemeriksaan agar masyarakat tidak bingung. Jika ada bukti-bukti, segera dipidana sesuai amanat UU Perlindungan Anak. Proses hukum harus tetap dilanjutkan sampai tuntas. Mohon Polda Jatim segera mengumumkan hasil dari laporan," ujar Kak Seto.

Komisioner KPAI, Putu Elvina juga mengatakan hal serupa, bahwa proses hukum harus ditegakan jika memang terbukti. Selagi proses hukum berlangsung, KPAI memprioritaskan agar anak-anak di SPI tetap terlindungi haknya dan nyaman belajar. Elvina menegaskan tidak boleh ada intimidasi terhadap anak-anak.

“Misalkan nanti mereka dihadapkan pada penguatan proses hukum sebagai saksi, untuk memastikan proses hukum berjalan, kalau ada yang masih sekolah, maka penting untuk didampingi. Laporan ini banyak berasal dari alumni, nanti akan kami kondisikan juga dinas agar melakukan pendampingan,” katanya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved