Berita Malang Hari Ini
6 Hari PPKM Darurat di Kabupaten Malang, Kasus Covid-19 Belum Turun Tapi Bisa Tekan Mobilitas Warga
Dinkes Kabupaten Malang masih mengkaji efektivitas penerapan PPKM Darurat untuk menekan kasus Covid-19.
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
Reporter: Erwin Wicaksono
SURYAMALANG.COM, MALANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang masih mengkaji efektivitas penerapan PPKM Darurat untuk menekan kasus Covid-19.
Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo menerangkan PPKM Darurat pada hari keenam ini belum menunjukkan kasus Covid-19 menurun.
Namun, PPKM Darurat bisa menekan mobilitas masyarakat.
Menurutnya, PPKM mikro sebelumnya malah efektif untuk menstabilkan bed occupation rate atau BOR.
"Sebenarnya kasus Covid-19 sudah stagnan. PPKM mikro ada efeknya pada BOR. Saat itu sampai 40 sampai 50 persen. Isolasi bisa 19 persen sampai 22 persen," kata Arbani kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (9/7/2021).
Penerapan PPKM Darurat berbarengan dengan merebaknya virus corona varian Delta menjadi tantangan tersendiri bagi Dinkes Kabupaten Malang.
"Varian baru itu infeksinya tinggi dan merebaknya cepat. Itulah yang menyebabkan BOR menjadi meningkat tajam," kata Arbani.
Saat ini Dinkes Kabupaten Malang masih menunggu kejelasan pengajuan vaksin Covid-19.
Pihaknya telah berupaya mempercepat vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Malang.
"Vaksinasi baru 9 persen sampai 10 persen dari total target. Dosis kedua masih 6 persen. Makanya kami mengajukan percepatan distribusi vaksin kepada Gubernur dan Kementrian Kesehatana agar kami bisa menyelesaikan target 10.000 sampai 15.000 vaksin," terang Arbani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-varian-baru-virus-corona-virus-eek.jpg)