Berita Tulungagung Hari Ini
Suasana Upacara Adat Ulur-ulur di Tengah Pandemi Covid-19 di Tulungagung
Masyarakat adat Kasepuhan Sendang Tirto Mulyo menggelar upacara adat ulur-ulur di Telaga Buret Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung
Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Masyarakat adat Kasepuhan Sendang Tirto Mulyo menggelar upacara adat ulur-ulur di Telaga Buret Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, Jumat (9/7/2021).
Ritual adat sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah keberadaan Telaga Buret kali ini berlangsung sangat sederhana.
Arak-arakan yang biasanya dimulai dari SMAN 1 Campurdarat hanya dilakukan di pintu gerbang telaga.
Selain itu arak-arakan yang biasa lebih dari 100 meter, kini dilakukan dengan jumlah sangat terbatas.
Ketua Kasepuhan Sendang Tirto Mulyo, Sukarman mengatakan kesederhanaan upacara adat ini karena menyesuaikan situasi pandemi.
“Upacara adat ini harus dilaksanakan meski dengan pembatasan peserta,”ucap Sukarman kepada SURYAMALANG.COM.
Sukarman menekankan protokol kesehatan bagi warga yang ikut dalam upacara adat ini.
Upacara adat ulur-ulur dilaksanakan setiap Bulan Selo dalam penanggalan Jawa, hari Jumat pasaran Legi.
Upacara ini sebagai bentuk syukur pada Tuhan, karena anugerah air dari Telaga Buret yang tidak pernah kering.
“Bahkan di saat musim kemarau airnya terus mengalir. Air ini yang dimanfaatkan untuk pertanian empat desa, meliputi Desa Sawo, Ngantrong, Gedangan dan Gamping,” tutur Sukarman.
Karena pandemi, tidak ada hiburan wayang kulit.
Acara hanya diisi dengan macapat yang dilakukan sedikit orang.
Upacara adat ini dilambangkan dengan memandikan patung Dewi Sri dan Joko Sedono.
Dewi Sri adalah dewi padi yang melambangkan kesuburan atau kelimpahan pangan.
Sedangkan Joko Sedono melambangkan wastro atau kemurahan sandang.