Daftar Larangan Bagi yang Hendak Berkurban Jelang Idul Adha 2021, Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad
Berikut beberapa larangan bagi Anda yang hendak berkurban jelang Idul Adha 2021 lengkap penjelasan Ustadz Abdul Somad.
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM - Berikut beberapa larangan bagi Anda yang hendak berkurban jelang Idul Adha 2021.
Tak hanya itu, Anda juga dapat menyimak penjelasan Ustadz Abdul Somad soal larangan tersebut di akhir ulasan.
Diketahui Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal bulan Dzulhijjah 1442 H yang jatuh pada Minggu Pon, 11 Juli 2021.
Dengan demikian, Idul Adha 2021 jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021 karena bertepatan dengan 10 Zulhijah 1442 H.
Sebelum melaksanakan perayaan Idul Adha, bagi Anda yang hendak berkurban dapat melakukan larangan yang dianjurkan.
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah Jelang Idul Adha 2021, Lengkap Amalan Sunnah yang Dianjurkan
Salah satunya larangan memotong kuku dari 1 Zulhijah hingga waktu berkurban.
Selain larangan memotong kuku, juga ada larangan memotong rambut.
Larangan yang termasuk dalam amalan sunnah di bulan Dzulhijjah bagi yang berkurban ini dilakukan selama beberapa waktu tertentu.
Lantas sejak kapan dan sampai kapan larangan itu dilaksanakan?
Simak penjelasan dari Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Ustad Adi Hidayat (UAH) seperti dilansir dari Serambinews: 1 Dzulhijjah 1442 H Hampir Tiba, yang Berkurban Ingat Ada Larangan Potong Kuku dan Cukur Rambut.
Larangan mencukur rambut dan memotong kuku bagi orang yang berkurban ini disebutkan dalam sebuah hadist sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim berikut.
“Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban,” bunyi hadist HR. Muslim no. 1977 bab 39 halaman 152 tersebut.
Ustadz Adi Hidayat alias UAH dalam sebuah tayangan video kajiannya yang diunggah kanal youtube Ceramah Pendek pada 7 Agustus 2017 silam mengatakan, bahwa hukum larangan tersebut adalah sunnah.
"Apabila dilakukan mendapat pahala, tidak dikerjakan pun tidak menjadi dosa. Tapi hanya kehilangan pahala kebaikan," kata Ustadz Adi Hidayat.
Berikut tayangan video penjelasan Ustadz Adi Hidayat.