Breaking News:

Bupati Malang Setuju Masa PPKM Darurat Diperpanjang

Bupati Malang, Muhammad Sanusi tidak akan menolak bila pemerintah akhirnya memutuskan memperpanjang masa PPKM darurat. 

Editor: eben haezer
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Jalanan Simpang Empat Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang, terlihat lengang saat PPKM Darurat 

SURYAMALANG, MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi tidak akan menolak bila pemerintah akhirnya memutuskan memperpanjang masa PPKM darurat. 

“Di Kabupaten Malang,  selama itu perintah pusat, maka tidak akan pernah menolak. Kami siap saja melaksanakan perintah pusat,” ujar Sanusi ketika dikonfirmas Selasa (13/07/2021).

Alasan Sanusi menyetujui perpanjangan PPKM Darurat yakni selama perintah tersebut berasal dari instruksi presiden atau pemerintah pusat.

Menurut Sanusi, kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat pastinya bertujuan untuk melindungi nyawa masyarakat.

“Masyarakat diminta kesadarannya karena ini demi menyelamatkan nyawa orang lain. Sehingga keselamatan rakyat adalah hukum di atas segalanya,” beber Sanusi.

Kata Sanusi, PPKM Darurat sudah menunjukkan dampak yang bisa dilihat secara kasat mata. Kebijakan-kebijakan penyekatan yang dilakukan diberbagai jalan menekan mobilitas masyarakat.

“Semakin hari penurunan dan mobilitas sudah ada penurunan. Kemudian kerumunan juga dilakukan operasi yustisi maupun pembubaran kerumunan, karena dari situ (kerumunan) terjadi penularan,” papar Sanusi.

Baca juga: Perpanjangan PPKM Darurat Mungkin Dilakukan Bila Kondisi Belum Terkendali

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Malang belum bisa menyalurkan dana bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19 di wilayahnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan alasan utama Pemkab belum bisa mencairkan dana bansos karena pendataan penerima bantuan yang belum juga rampung.

"Ada bansos. Kami sekarang sedang melakukan pendataan by name by address," ujar Wahyu ketika dikonfirmasi.

Kata Wahyu pendataan secara menyeluruh dilakukan agar bansos dapat disalurkan secara tepat sasaran. Dirinya tak ingin penyaluran bansos disertai polemik.

"Kami sedang mendata biar tepat sasaran. Sumbernya ada yang dari pusat, ada yang juga dari Kabupaten sedang kami bahas diambil Insya Allah dari BTT (belanja tidak terduga)," ujar Wahyu.

Terkait jumlah penerima bansos terdampak Covid-19, Wahyu tidak menerangkan secara gamblang. Lagi-lagi alasan yang dilontarkan yakni pendataan yang belum rampung.

"Wujudnya (bansos) seperti sembako, lalu dari Dinas Sosial akan ada bantuan langsung bagi mereka kami sedang mendata. Dari pusat nominalnya ada ketentuan langsung, Rp 300 ribu kalau gak salah," kata Wahyu. (erwin wicaksono)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved