Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Komnas Perlindungan Anak Desak Polda Jatim Segera Melimpahkan Berkas Perkara JE ke Jaksa

Arist menyebut Hasil Pengembangan  Penyelidikan  (SP2HP) sebagai hak hukum pun sulit diakses oleh korban. Katanya, tidak ada informasi

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak mendorong agar Polisi Daerah (Polda) Jawa Timur bisa memproses hukum kasus dugaan pelecehan seksual, kekerasan anak dan eksploitasi ekonomi yang disangkakan kepada JE.

Dalam sebuah keterangan tertulis, Ketua Umum Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan, sudah 44 hari proses hukum kasus JE tidak ada kabarnya.

“Sangatlah disayangkan setelah pelapor sekaligus korban, memberikan keterangan tambahan dan konfrontasi atas keterangan terduga pelaku, tidak nampak kemajuan dan justru semakin tidak jelas,” kata Arist, Selasa (13/7/2021).

Bahkan dikatakan Arist, untuk mengetahui  Hasil Pengembangan  Penyelidikan  (SP2HP) sebagai hak hukum pun sulit diakses oleh korban. Katanya, tidak ada informasi yang bisa diperoleh korban.

“Sudah dua kali saya meminta kepada Kanit Renakta Subdit Renakta Polda Jawa Timur melalui pesan elektronik (WA) tetapi tidak mendapat jawaban.Mungkin sibuk dengan perkara-perkara lainnya”, jelas Arist.

Untuk memberikan kepastian hukum bagi korban dan menghindari dugaan-dugaan yang menyesatkan, Komnas Perlindungan Anak mendesak Polda Jatim segera menetapkan tersangka dan menyerahkan berkas perkara penyidikan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Oleh sebab itu, agar kasus ini tidak terkesan ‘masuk angin’, saya berharap Kapolda Jatim memberi atensi dan segera meminta Ditreskrimum Polda Jatim menetapkan tersangka. Sudah cukup waktu bagi Penyidik Unit Renakta Polda Jatim untuk menyerahkan berkas perkara dugaan kekerasan seksual yang dilakukan JE kepada Kejaksaan Negeri Surabaya,” papar Arist.

Meski begitu, Arist percaya Polri tetap bisa menuntaskan proses hukum karena kasus yang terjadi dianggap sangat memalukan sehingga patut dihentikan.

Dalam waktu dekat, korban  bersama Tim Hukum LBH Surabaya, Tim Advokasi dan Litigasi SMA Selamat Pagi Indonesia serta Komnas Perlindungan Anak akan menemui Kapolda Jatim dan Ditreskrimum Polda Jatim.

“Harapannya Kapolda Jatim tidak diam atas perkara ini. "Surat sedang disiapkan", tambah Arist.

Kabid Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Gatot Repli saat dikonfirmasi melalui pesan pendek belum memberikan keterangan terbaru soal kasus hukum yang diproses di Polda Jatim.

SURYAMALANG.COM akan segera menayangkan apabila ada keterangan resmi dari Polda Jatim menanggapi keterangan Komnas PA. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved