Breaking News:

Penanganan Covid

Bantahan Dokter Unair Soal Kombinasi Obat Pasien Covid-19 yang Disebut Justru Sebabkan Kematian

Dr dr Meity Ardiana SpJP(K) FIHA FICA, FAsCC, dosen FK Unair menegaskan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah. Masyarkat perlu kritisi informasi

Penulis: sulvi sofiana | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Dokumen Pribadi dr Meity
Dr dr Meity Ardiana SpJP(K) FIHA FICA FAsCC, Dosen FK Unair. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Penjelasan terbuka diberikan oleh dokter dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) tentang pernyataan kombinasi obat Covid-19 yang disebut menyebabkan asidosis laktat dan kematian pasien..

Dr dr Meity Ardiana SpJP(K) FIHA FICA, FAsCC, dosen FK Unair menegaskan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa kombinasi obat pada pasien Covid-19 menyebabkan asidosis laktat hingga disebut jadi penyebab kematian.

Asidosis laktat adalah produksi asam laktat yang berlebihan dalam tubuh seseorang.

Tudingan penggunaan kombinasi obat yang diberikan saat ini pada pasien Covid-19 di Indonesia menyebabkan asidosis laktat pada pasien mengemuka ketika ada pendapat seorang dokter yang mneyebutnya demikian.

Jadinya, masyarakat dihebohkan dengan pendapat seorang dokter yang menyatakan bahwa pasien Covid-19 meninggal akibat interaksi obat yang menyebabkan asidosis laktat.

“Penyebab asidosis laktat itu sendiri bermacam-macam dan kita harus memahami patofisiologi terjadinya asidosis laktat sebelum serta-merta menyimpulkan penyebab asidosis laktat pada pasien Covid-19 adalah karena interaksi obat,” ucap dr Meity Ardiana.

Dr Meity menuturkan, ketika seseorang terinfeksi Covid-19, kekurangan oksigen yang terjadi pada derajat sedang hingga berat dapat menyebabkan timbulnya asidosis laktat

Di sisi lain, asidosis laktat yang terjadi dapat menyebabkan peningkatan keasaman darah yang juga dapat memperberat kondisi pasien seperti sesak nafas atau penurunan kesadaran. 

Sehingga, dapat disimpulkan jika kondisi Covid-19 dan asidosis laktat saling memperberat satu sama lain.

"Setiap dokter yang memberi peresepan obat pada pasien tentu sudah menimbang manfaat maupun risiko interaksi obat yang dapat terjadi,"tegasnya, Senin (19/7/21).

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved