Breaking News:

Lelah Dengan PPKM Berjilid-jilid, Pedagang di Kawasan Sunan Ampel Kompak Kibarkan Bendera Putih

Kebijakan PPKM berjilid-jilid menyebabkan para pedagang kolaps. Di Surabaya, para pedagang kompak mengibarkan bendera putih tanda menyerah

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/fikri firmansyah
Sejumlah Bendera Putih telah berkibar di Jalan Sasak Surabaya. Jumat (23/7/21). Pemasangan bendera putih dilakukan oleh para pedagang setempat sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap adanya aturan seperti PPKM, dimana telah membuat kondisi keuangan mereka menurun drastis 

Laporan Wartawan TribunJatim Network, Fikri Firmansyah

SURYAMALANG, SURABAYA - Para pedagang di Surabaya merasa putus asa dan lelah dengan kebijakan PPKM yang muncul berjilid-jilid. 

Kebijakan pemerintah mengubah nama PPKM darurat menjadi PPKM Berlevel, membuat mereka makin putus asa lantaran keuangan mereka telah merosot. 

Protes pun dilayangkan dengan cara mengibarkan bendera putih.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh para pedagang di kawasan wisata religi Sunan Ampel, tepatnya di Jalan Sasak, Surabaya.

Sebagai bentuk protes, ratusan pedagang memasang bendera putih. Mereka kompak satu suara memberikan pesan kepada semua masyarakat Indonesia, bahwa mereka sedang tidak baik-baik saja.

Kordinator Lapangan Pedagang di Jalan Sasak Surabaya, Gahtan Achmad mengungkapkan para pedagang sudah menyerah lantaran capek dan lelah dengan aturan PPKM beserta istilah sejenisnya.

"Bendera putih ini adalah bentuk protes kami para pedagang disini kepada Pemerintah.

Bagaimana pemerintah hanya mementingkan kesehatan tetapi mengabaikan kondisi keuangan kami.

Kondisi keuangan kami telah hancur total," tegas pria berusia 39 tahun itu, Jumat (23/7/21).

Gahtan menambahkan, pihaknya telah mengirimkan pesan ke Sekretariat Negara (Sekneg) terkait kondisi di lapangan.

Kendati demikian, mekanisme yang diberikan Sekneg dirasa pihaknya terlalu berbelit-belit.

"Berkaca dari itulah kami sepakat memasang bendera putih ini sejak dua hari yang lalu.

Tujuannya agar keinginan kami bisa dilihat dan didengar pemerintah, bagaimana harusnya Pemerintah juga tetap bisa mempertahankan sektor ekonomi yang berkaitan dengan kami para pedagang," tandasnya.

Baca juga: Duka Anak-anak Korban Pandemi: Jadi Yatim Piatu dan Harus Isolasi Mandiri Sendirian

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved