Tanda-tanda Ikan Cupang Terserang Penyakit, Lengkap Cara Memelihara Agar Dapat Hidup Lebih Lama
Berikut tanda-tanda ikan cupang jika terserang penyakit yang biasanya tidak diketahui oleh pemilik.
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Dyan Rekohadi
Namun, bila perubahan warna itu terjadi karena pertambahan usia, hal itu adalah normal.
Ikan cupang yang sudah tua akan sering mendapatkan “jenggot” atau area di bawah mulut yang menjadi kusam atau berwarna abu-abu.
Akan tetapi, kehilangan warna yang cepat dapat menandakan penyakit atau tanda visual bahwa air tidak mencukupi.
2. Sirip terjepit
Sirip terjepit adalah kondisi ketika sirip ekor ikan cupang tertutup rapat.
Biasanya, ikan cupang tidak berenang dengan tampilan penuh sepanjang waktu, tetapi sering kali melebarkan siripnya dari waktu ke waktu, terutama ketika melihat bayangannya.
Ikan cupang yang jarang membuka siripnya lebar-lebar mungkin memberi tahu Anda bahwa mereka tidak senang dengan keadaan airnya atau merasa tidak enak badan.
Jika mendapati cupang menahan siripnya, mulailah dengan memeriksa apakah air akuarium cukup hangat dan bebas dari racun seperti amonia, nitrit, dan nitrat tinggi.
Perubahan pH yang cepat juga dapat menyebabkan kondisi ini.
3. Kelesuan
Ikan cupang biasanya menjelajah sepanjang hari, tetapi tidur nyenyak hampir tidak bergerak pada malam hari.
Namun, ikan cupang yang berbaring di tanaman atau di dasar akuarium sepanjang hari bukanlah ikan yang sehat.
Kelesuan dapat menandakan hampir semua penyakit, tetapi juga menandakan bahwa air mungkin tidak optimal untuk kesehatan yang baik.
Selain itu, kelesuan mungkin merupakan tanda bahwa ikan cupang tidak mengonsumsi makanan yang seimbang dan bergizi.
4. Kehilangan selera makan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-ikan-cupang-halfmoon-double-tail-kanan-dan-ikan-cupang-veil-tail-kiri.jpg)