Berita Batu Hari Ini
Anggaran Isoter di YPPII Kota Batu Sebanyak Rp 3 Miliar
Pemkot Batu menganggarkan sekitar Rp 3 miliar untuk pelayanan isolasi terpadu pasien Covid-19 dengan gejala ringan di YPPII Kota Batu.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, BATU – Pemkot Batu menganggarkan sekitar Rp 3 miliar untuk pelayanan isolasi terpadu pasien Covid-19 dengan gejala ringan di Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) Batu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg Kartika Trisulandari menerangkan, anggaran tersebut untuk kebutuhan akomodasi, makan, tempat tinggal, tenaga kesehatan, tenaga keamanan dan kebutuhan medis lainnya.
“Di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) ada sekitar Rp 3 miliar yang sudah masuk anggaran,” katanya, Rabu (28/7/2021).
Namun anggaran tersebut diperkirakan masih belum cukup karena dua bulan terakhir kasus di Kota Batu meningkat drastis.
Kartika mengatakan kondisi tersebut di luar prediksi awal sehingga direncanakan untuk penambahan anggaran dalam PAK 2021.
“Ini di luar prediksi, misal kurang akan kami tambahkan di PAK. Kami belum tahu berapa tambahnya, kami lihat nanti perkiraan rata-rata kebutuhan per bulannya berapa,” ujar Kartika.
Per 27 Juli 2021, jumlah kasus aktif di Kota Batu sebanyak 355 orang setelah ada tambahan kasus positif sebanyak 43 orang. YPPII telah menjadi tempat isolasi terpadu bagi warga Kota Batu sejak Maret 2021.
Pengurus YPPII, Roland Oktavianus mengatakan, ada 2 dokter dan 19 perawat yang bertugas 24 jam penuh di tempat isolasi.
Di YPPII, ada 43 kamar dengan kapasitas 168 orang. Saat ini, sudah terisi oleh 99 orang dan 547 orang dilaporkan telah sembuh.
Ia menceritakan, ide untuk membuat isolasi terpadu di tempatnya sudah ada sejak Maret 2020, namun baru terealisasi pada Maret 2021.
Roland memiliki seorang adik yang berprofesi sebagai dokter paru.
Adiknya juga salah satu dokter yang menginisiasi RS Wisma Atlet di Jakarta.
Melalui adiknya itu, tempat isolasi di YPPII dibuat semirip mungkin dengan RS Wisma Atlet.
Dokter dan perawat yang bertugas di YPPII berasal dari Rumah Sakit (RS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
“Sejak awal kami sudah mengantisipasi lonjakan karena kasus di India. Lalu saya menghubungi teman-teman dari Muhammadiyah, yakni mengontak RS UMM dan mereka memberikan bantuan,” ujar Roland, Selasa (27/7/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-batu-drg-kartika-trisulandari.jpg)