Mobil Dinas Pemkab Takalar Tabrak Lari Pesepeda, Wakil Bupati Minta Agar Tak Ditempuh Jalur Hukum
Wabup Takalar, Ahmad Dg Se're berharap kasus tabrak lari yang melibatkan mobil dinas milik Dinsos Kabupaten Takalar tidak berlanjut ke ranah hukum.
SURYAMALANG - Wakil Bupati Takalar, Ahmad Dg Se're berharap kasus tabrak lari yang melibatkan mobil dinas pelat merah milik Dinsos Kabupaten Takalar tidak berlanjut ke ranah hukum.
Hal itu dia sampaikan saat menyampaikan permohonan maaf.
"Saya selaku pemerintah Kabupaten Takalar mohon maaf atas peristiwa tabrak lari tersebut," kata Ahmad seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (30/7/2021).
Ahmad mengaku sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pmanto atau Danny Pomanto, serta meminta Danny agar tidak melanjutkan masalha ini ke jalur hukum.
"Saya sudah koordinasi dengan Pak Wali Kota Makassar dan akan ditempuh jalur damai. Pelaku tetap akan mempertanggungjawabkan perbuatannya dan korban akan ditanggung biaya pengobatannya hingga sembuh," sambungnya.
Baca juga: Mobil Double Cabin Pelat Merah Terjang Rombongan Pesepeda di Jalan Raya Lalu Kabur, Videonya Viral
Dikabarkan sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan detik-detik terjadinya kecelakaan antara sebuah mobil double cabin pelat merah dengan rombongan pesepeda, menjadi viral di media sosial.
Video ini bisa dengan mudah menjadi viral lantaran pengemudi mobil pelat merah tersebut kemudian kabur meninggalkan korban yang tergeletak di jalan.
Video tabrak lari tersebut diunggah oleh pengguna akun Twitter @supirpete2. Dalam unggahannya, pemilik akun menulis:
"Mobil plat merah b 9551 psd menabrak rombongan pesepeda di jalan nusantara (Rabu, 28 Juli 2021) kemudian KABUR!"
Dalam video rekaman CCTV lalu lintas yang berdurasi 1 menit 37 detik tersebut, mulanya terlihat rombongan pesepeda yang berjumlah 6 orang sedang melaju di jalan. Mereka melaju dalam sebuah barisan.
Tiba-tiba saja, dari arah berlawanan, sebuah mobil double cabin warna biru dengan sirene di atasnya, melaju dengan kecepatan tinggi dan melintasi garis kuning yang menandakan bahwa jalan tersebut adalah jalan 2 arah.
Tampak dalam video, para pesepeda berusaha menghindari tabrakan dengan mobil dengan cara membanting setang kemudi, sebagian ke kanan, sebagian ke kiri.
Karena jarak yang terlalu dekat, salah satu pesepeda yang membanting setang ke arah kanan tak bisa menghindar. Dia pun terlempar ke aspal. Sedangkan mobil yang di bagian belakangnya tertulis "Rescue", berhenti selama beberapa detik.
Saat mobil berhenti sejenak, tidak tampak pengemudi atau penumpang mobil yang keluar dari kendaraan untuk menolong korban.
Sebaliknya, teman-teman korban yang sebelumnya berhasil menghindar, kembali ke titik terjadinya kecelakaan. Saat itulah, mobil tersebut kembali melaju. Teman-teman korban pun berusaha menghentikan dan mengejar mobil tersebut. Namun karena kecepatan yang tak sebanding, mobil itu berhasil lolos meninggalkan korbannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/mobil-pelat-merah-kabur-setelah-menabrak-rombongan-sepeda-di-makassar.jpg)