Breaking News:

Pria Renta yang Disuapi Kapolres Bangkalan Sebelumnya Terjaring Razia Gepeng Dinas Sosial

sehari sebelum disuapi Kapolres, pria renta tersebut sempat terjaring Operasi Gelandangan dan Pengangguran (Gepeng) Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: eben haezer
ist
Sehari sebelum disuapi Kapolres Bangkalan, pria gelandangan di Bangkalan sempat terjaring razia gepeng 

SURYAMALANG, BANGKALAN - Sosok pria renta tergolek lemas di atas trotoar Taman Makam Pahlawan, Jalan Soekarno-Hatta, Jumat (30/7/2021) menggugah empati Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino.

Bahkan perwira menengah asal Kota Surabaya itu menyuapi dengan makanan. Namun sehari sebelumnya, pria renta tersebut sempat terjaring Operasi Gelandangan dan Pengangguran (Gepeng) Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan, Wibagio Suharta mengungkapkan, pria renta itu terjaring bersama seorang perempuan beserta anaknya dalam Operasi Gepeng yang digelar dengan menyisir setiap lampu merah simpang empat Alun-alun Kota, simpang tiga Junok  dan simpang tiga Senenan, Kamis (29/7/2021).

“Tetapi (pria renta) itu mbeling (nakal). Akhirnya kami jemput lagi siang ini di tempat yang sama, di Jalan Soekarno-Hatta. Kami lakukan sebagai tindak lanjut atas informasi spontanitas Bapak Kapolres Bangkalan sehari sebelumnya yang sudah rela menyuapi gelandangan itu," ungkap Wibagio, Sabtu (31/7/2021).

Sebelumnya, Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino memerintahkan ajudan Bripda Wahyu Hidayatullah dan driver Bripda Fanny Fajar menghentikan laju mobil dinas Suzuki Grand Vitara. Alith bahkan langsung menyuapi pria renta dengan nasi kotak yang ada di sampingnya.

Wibagio menjelaskan, pria renta tersebut diketahui bernama Moh Marto (49), asal Desa/Kecamatan Kamal. Setiba di Sekretariat Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan, Marto  langsung dimandikan dan diberi pakaian dan sarung layak pakai karena pakaian sebelumnya sudah lusuh dan bau.

Pihaknya, lanjut Wibagio, juga mengantarkan Moh Marto kepada pihak keluarga dengan harapan dirawat dan dibina agar tidak kembali menggelandang di jalanan. Sehingga tidak mengganggu ketertiban umum.  

“Kami menghubungi kepala desa dan petugas TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) Kamal agar Moh Marto dibuatkan Dokumen Kependudukan berupa KK dan E-KTP. Agar bisa masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sehingga mendapatkan bantuan sosial,” papar Wibagio.

Sosok Moh Marto ternyata tidak asing bagi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangkalan, Ir Taufan Zairinsjah. Saat dirinya menjabat Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan, Moh Marto pernah terjaring Operasi Gepeng.

“Dulu ketika saya Kadinsos (Kepala Dinas Sosial), saya perintahkan operasi. Kalau mau kita angkut ke Limjamsos Propinsi (Jatim),” singkat Taufan. (edo/ahmad faisol)

Baca juga: Kapolres Bangkalan Perintahkan Ajudan Putar Balik, Lalu Keluar dan Suapi Pria Renta di Atas Trotoar

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved