Penanganan Covid

Sutiaji Akui Angka Kematian Covid-19 Kota Malang Tinggi Setelah Menko Luhut Sorot Malang Raya

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, bahwa dalam sehari, angka kematian akibat kasus Covid-19 di Kota Malang mencapai 10-13 orang

KOLASE - SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar H - YouTube
Wali Kota Malang, Sutiaji dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi selaku Koordinator PPKM, Luhut Binsar Panjaitan yang menyebut Malang Raya jadi perhatian khusus pemerintah pusat karena peningkatan kasus kematian Covid-19 

SURYAMALANG.COM , MALANG -  Wali Kota Malang, Sutiaji mengakui angka kematian Covid-19 di Kota Malang tinggi.

Orang nomor satu di kota Malang itu tak memungkiri ketika Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi selaku Koordinator PPKM, Luhut Binsar Panjaitan menyebut Malang Raya jadi perhatian khusus karena kasus kematiannya.

Ia membenarkan jika angka kematian pasien Covid-19 di kota Malang masih tinggi jika dilihat berdasar data baik itu di tingkat nasional maupun Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan data covid19.malangkota.go.id, per 2 Agustus 2021, kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Malang total mencapai 812 jiwa.

Sedangkan jumlah konfirmasi positif ada 11.424 jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, bahwa dalam sehari, angka kematian akibat kasus Covid-19 di Kota Malang mencapai 10-13 orang. 

Sementara untuk prosentase angka kematian Covid-19 di Kota Malang mencapai 7,1 persen.

Jumlah itu lebih tinggi dari prosentase kematian Covid-19 secara nasional dan lebih rendah dari prosentase angka kematian di Jawa Timur.

"Kalau se Jawa Timur tidak ya, karena di Jatim ada daerah yang lebih tinggi dari kita. Kalau secara nasional memang tinggi," ucapnya.

Tim pemulasaran jenazah Covid 19 Polresta Malang Kota saat melakukan pemakaman jenazah Covid 19 pada Sabtu (20/3/2021) dinihari.
Tim pemulasaran jenazah Covid 19 Polresta Malang Kota saat melakukan pemakaman jenazah Covid 19 pada Sabtu (20/3/2021) dinihari. (SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA)

Penyebab Peningkatan Angka Kematian

dr Husnul menyebut , kasus kematian covid-19 itu disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya ialah kedatangan warga ke rumah sakit yang sudah dalam kondisi berat.

Kemudian, warga yang memiliki penyakit bawaan (komorbid) dan warga yang enggan menyampaikan kondisi tubuhnya.

Hal inilah yang menyebabkan tingginya angka kematian Covid-19 di Kota Malang.

"Kalau ada warga yang melapor, itu nanti akan ada pendampingan dari petugas yang ada di Puskesmas. Berbeda lagi bagi yang tidak terlapor. Itu tidak ada pemantauannya," tandasnya.

Di sisi lain, wali Kota Malang Sutiaji menyebut kondisi BOR rumah sakit di kota Malang perlu jadi perhatian karena juga berdampak pada peningkatan angka kematian.

Sutiaji menyebut peningkatan angka kematian Covid-19 di kota Malang disebabkan adanya keterlambatan penanganan.

Banyak warga terlambat ditangani imbas dari penuhnya IGD Covid-19 di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19.

"Ini yang menjadi perhatian kita. Sebenarnya Kota Malang lihatnya bukan dari kematian, tapi BOR. Termasuk herd immunity. Jadi BOR itu sesungguhnya Kota Malang di bawah 50," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM Selasa (3/8).

Ia menyebut pasien yang dirawat di Kota Malang ini tidak hanya berasal dari Kota Malang, tapi banyak juga yang dari luar Kota Malang,"

"Contoh kemarin, bu gubernur ke RS UMM tanya rata-rata dari Situbondo dan Kediri. Kita lihat BOR, Surabaya BOR-nya luar biasa. RS rujukan banyak. Tidak bisa disamakan. Notabenenya banyak RS skalanya regional. Sedang kita RS adalah domisisli Malang malah pasien dari luar,' ucapnya.

Angka kematian covid-19 di Malang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat. Bukan hanya kematian di Kota Malang, tapi termasuk di Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kematian pasien Covid-19 di wilayah Malang Raya masuk dalam kategori tertinggi dan jadi perhatian khusus pemerintah pusat.

Tak hanya wilayah Malang Raya saja, Luhut menyebut ada wilayah lain yang juga mendapat perhatian khusus, yakni Bali, DI Yogyakarta dan Solo Raya.

Ke 4 wilayah itu disebut sebagai daerah yang butuh perhatian khusus karena masih tingginya jumlah kasus, positivity rate dan jumlah kematian warganya.

“Daerah yang butuh perhatian khusus seperti, Bali, Malang Raya, DI Yogyakarta dan Solo Raya. Tapi, semua daerah itu sudah kami tangani, dan semestinya minggu ini akan lebih baik, karena hari ini angkanya sudah sedikit lebih baik. Kami sangat yakin dalam satu atau dua pekan ke depan kondisinya akan lebih baik,” ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (2/8/2021).

Luhut menyebut tingginya angka kematian karena banyak masyarakat berisiko tinggi yang melakukan isolasi mandiri.

Pasien yang meninggal dunia, kebanyakan saturasi oksigennya di bawah 90, dan telat mendapatkan perawatan medis.

Untuk menurunkan angka kematian, pemerintah berupaya melakukan intervensi termasuk membentuk task force untuk menjemput warga yang isolasi mandiri untuk dibawa ke tempat isolasi terpusat.

Mendorong pembukan tempat isolasi terpusat di berbagai wilayah.

Kemudian, mendorong peran TNI-Polri dan Pemda untuk terlibat aktif melakukan pelacakan, pengetesan dan perawatan, juga menjemput masyarakat ke tempat isolasi terpusat.

Berita terkait Malang

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved