Selasa, 14 April 2026

Pemuda di Sumenep Menyerang Anggota TNI Saat Mabuk, Setelah Sadar Minta Maaf

Seorang anggota TNI di kabupaten Sumenep, Madura, diserang oleh seorang pemud yang mabuk. Setelah sadar dari mabuknya, pemuda itu minta maaf

Editor: eben haezer
ist
Tangkap layar video penyerangan terhadap seorang anggota TNI oleh pemuda di Sumenep, Madura 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

SURYAMALANG, SUMENEP - Seorang anggota TNI di kabupaten Sumenep, Madura, diserang oleh seorang pemuda.

Penyerangan terhadap anggota TNI itu pun terekam dalam sebuah video dan menjadi viral di media sosial. 

Dalam video dengan durasi 30 detik itu terlihat jelas anggota TNI berseragam lengkap diserang pemuda di depan sebuah minimarket yang sedang tutup pada malam hari.

Dalam video terebut, satu anggota TNI dan ada dua pemuda. Namun hanya satu pemuda yang melakukan penyerangan. 

Pemuda dalam video itu terus melakukan penyerangan dengan kedua tangannya, sementara anggota TNI terlihat berusaha menghindar dan menangkis serangan pemuda tersebut.

"Mate bakna, mate bakna," kata pemuda itu dengan bahasa Madura (mati kamu, mati kamu).

Belakangan terungkap, pemuda tersebut bernama Mohammad Umam Ali Fauzi (23) asal Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

Sementara anggota TNI yang diserang, adalah Koptu Siswanto dari Koramil Pasongsongan.

Komandan Kodim (Dandim) 0827 Sumenep, Letnan Kolonel Infanteri Nur Kholis membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Namun, pemuda dalam video itu katanya sedang diingatkan dalam kondisi mabuk.

"Dia pada saat itu (pemuda) tidak terkontrol dalam keadaan mabuk, dia (pemuda) itu memang warga binaannya. Seorang Babinsa memang punya desa binaan dan setiap hari memang dibina," katanya dalam klarifikasi, Jumat (13/82021).

Pelaku Minta Maaf

Setelah viral videonya di media sosial (medsos) atau group WhatsApp, Mohammad Umam Ali Fauzi akhirnya meminta maaf.

Pemuda yang berusia 23 tahun ini dalam penyesalannya membenarkan bahwa dalam video viral berdurasi 30 detik itu adalah dirinya dan mengakui untuk meminta maaf.

Dalam permintaan maaf itu dia didampingi langsung anggota TNI Koramil Pasongsongan dan Kapolsek setempat.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved