Breaking News:

Opini

Pemuda Sebagai Pionir Desa Bebas Covid-19

Generasi muda yang pada dasarnya memiliki semangat pemuda, semestinya mempunyai jiwa dan karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya

Editor: eben haezer
ist/citizen reporter
Penyampaian sosialisasi (fungsi gadget dan aplikasi) kepada perwakilan Penggerak Muda-Mudi Desa Jabung, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan 

Oleh : Anajeng Esri Edhi Mahanani, S.H., M.H. (Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur)

Generasi muda menjadi penentu masa depan negara. Pemuda sejatinya memiliki peran dan fungsi perubahan, yakni sebagai Agent of Change, Moral Force dan Social Control sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi Bangsa Indonesia, Negara Indonesia secara keseluruhan.

Terhitung sampai dengan Agustus 2021, data penyintas covid-19 sebanyak 3,83 juta penduduk, dengan korban meninggal sebanyak 116 ribu orang. Data ini kita harapkan bersama dari waktu ke waktu ke depan akan semakin menurun.

Ini menjadi pekerjaan kita bersama. Tidak hanya tenaga kesehatan, masyarakat umum pun memiliki kewajiban untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Indonesia.

Inilah yang kemudian penulis nyatakan sebagai peran besar dari generasi muda. Generasi muda yang pada dasarnya memiliki semangat pemuda, semestinya mempunyai jiwa dan karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan teknologi dan hukum secara nasional maupun secara global, serta memiliki motivasi untuk membangun negara yang sejahtera.

“The Founding Father” Indonesia percaya kaum muda mampu memberikan arah gerak menjadi bangsa yang makmur serta sejahtera dan mampu mengharumkan nama Indonesia. Bahkan Bung Karno dengan kalimat pamungkasnya menyatakan,“Beri saya 100 orang tua maka akan ku cabut gunung semeru dari akarnya, beri saya 10 pemuda maka akan ku guncangkan dunia”.

Bagaimanapun kepercayaan terhadap pemuda sangatlah besar. Termasuk dalam rangka penanggulangan pencegahan bahaya covid-19, pemuda harus dapat menjadi penggerak untuk memberikan informasi pencerdasan pencegahan penyebaran covid-19 di Indonesia.

Pemerintah akan berjalan sendiri, jika tidak ada dukungan dari masyarakat. Desa, yang merupakan wilayah kecil dan jauh akses dari Pemerintah Pusat, harus kita monitor bersama. Pemuda yang notabene dianggap memiliki pengetahuan yang lebih baik, memiliki akses media elektronik maupun gadget lebih mumpuni, semestinya dapat menjadi motor penggerak untuk membantu mensosialisasikan berbagai macam kebijakan dari pemerintah kaitannya dengan upaya pemutusan mata rantai covid-19 sampai dengan pada masyarakat di desa-desa seluruh Indonesia.

Mari kita tengok bunyi Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yang bahkan dalam undang-undang tersebut diatur mengenai tanggung jawab dan hak pemuda.

Pasal 16 pada undang-undang a quo menyatakan bahwa: “Pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional”.

Peran pemuda sebagai kontrol sosial wajib diwujudkan dengan membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum. Mengutip dari Tan Malaka: “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki pemuda”. Kalimat tersebut memiliki makna bahwa kita sebagai kaum pemuda yang masih memiliki jiwa idealisme berperan pentinglah terhadap bangsa.

Peran penting pun di sini tetap dapat dilakukan secara sederhana, minim pengeluaran secara materi. Manfaatkan ilmu yang ada, manfaatkan media yang dipunya, bahkan gadget pun dapat digunakan untuk mensosialisasikan hal baik, termasuk kebijakan penanggulangan covid-19. Hindari hoax, ajak seluruh bangsa Indonesia dari desa khususnya, menjadi masyarakat, bangsa yang cerdas dan peduli terhadap kesehatan seluruh masyarakat, seluruh bangsa. Dari Pemuda, dari Desa untuk Indonesia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved