Berita Malang Hari Ini
Pemindahan Pasien Covid-19 Isoman ke Tempat Isoter di Kepanjen Malang Temui Dinamika
Pemindahan pasien Covid-19 dari isoman rumah menuju isoter menemui dinamika.
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)
SURYAMALANG.COM | MALANG - Pemindahan pasien Covid-19 dari isoman rumah menuju isoter menemui dinamika.
Alhasil, Pemkab Malang mengeluarkan kebijakan pengkategorian warga yang boleh menjalani perawatan di tempat isolasi terpadu (isoter).
Kebijakan itu diterapkan di seluruh kecamatan, termasuk Kecamatan Kepanjen.
Camat Kepanjen, Eko Margianto menerangkan, pihaknya masih melakukan pengkategorian terhadap 146 warganya yang sedang isoman di rumah untuk dipindah ke isoter.
Warga yang tidak dapat dipindah ke isoter diantaranya wagra lanjut usia (lansia), anak-anak, ibu menyusui dan ibu hamil dan pasien dengan komorbid.
Ia menegaskan isoter hanya untuk pasien tanpa gejala.
"Dari 146 orang ini masih kita lakukan pendataan. Kira-kira yang bisa digeser ke isoter atau Rusunawa itu berapa. Karena dari 146 orang itu kondisi sosialnya macam-macam. Ada yang ibu menyusui, ibu hamil, anak-anak, lansia dan ada yang kondisi sakit. Ini tidak bisa serta merta digeser ke isoter," beber Eko ketika dikonfirmasi.
Eko belum bisa memastikan jumlah dari 146 warga yang akan dipindah ke isoter.
Pendataan hingga seleksi dari Puskesmas terus dilakukan.
"Sehingga dari kajian kesehatan mereka ini memiliki kebutuhan khusus. Misalnya ibu menyusui kalau di isoter berisiko bayinya. Kalau ibu hamil juga misal sewaktu-waktu melahirkan, sedangkan kalau lansia juga harus butuh pendamping," tutup Eko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/gubernur-gubernur-jatim-khofifah-indar-parawansa-bupati-malang-sanusi.jpg)