Kamis, 16 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Begini Cara Pasien Covid-19 OTG Dapat Perawatan Gratis di Safe House Rusunawa Kepanjen Malang

Pemerintah Kabupaten Malang menjanjikan kemudahan bagi warganya yang ingin mendapatkan perawatan Covid-19 di Safe House Rusunawa Kepanjen.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Safe House Rusunawa Kepanjen, Kabupaten Malang. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang menjanjikan kemudahan bagi warganya yang ingin mendapatkan perawatan Covid-19 di Safe House Rusunawa Kepanjen.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Anita Flora menerangkan, warga terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala bisa langsung menghubungi Puskesmas terdekat agar bisa dievakuasi menuju Safe House.

"Masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 namun ingin dirawat di Safe House Rusunawa Kepanjen bisa menghubungi Puskesmas terdekat. Lalu Puskesmas melakukan pendataan selanjutnya dibawa menuju rusunawa. Lebih cepat di Puskesmas," beber Anita.

Selain kemudahan pengurusan, Pemkab Malang menjanjikan perawatan pasien Covid-19 lebih terjamin di Safe House atau isoter.

Pasalnya tingkat kesembuhan pasien Covid-19 yang dirawat di Safe House disebut lebih tinggi daripada pasien menjalani isolasi mandiri di rumah.

Alhasil, Anita menyakinkan masyarakat agar tak ragu menjalani perawatan di tempat isolasi terpadu maupun safe house yang disediakan pemerintah.

"Ruangan terkondisi baik, fasilitas lengkap ada tempat tidur, wifi, obat-obatan dan oksigen. Makan teratur juga olahraga teratur dan dipantau tenaga kesehatan. Sehingga peluang kesembuhannya tinggi" tuturnya.

Di sisi lain, Bupati Malang, Muhammad Sanusi menargetkan pasien isoman dapat dipindah ke isoter 100 persen dalam pekan ini.

Sanusi menegaskan dirinya hanya tunduk pada instruksi Pemerintah Pusat.

"Seratus persen lah, minggu ini sudah rampung semua dibawa ke Isoter. Sedangkan 50 persennya kan memang ada kelainan. Seperti komorbid, ibu menyusui dan ibu hamil. Sedangkan kalau yang tidak punya kelainan, 100 persen minggu ini sudah masuk. Jadi nanti mungkin sekitar 500 an (pasien)," kata Sanusi.

Namun, Politisi PDIP meminta Dinas Kesehatan agar teliti dalam menyeleksi pasien Covid-19 yang boleh menjalani perawatan di isoter.

"Yang memungkinkan tidak dirawat di rumah sakit ya gak ke rumah sakit. Tapi yang kondisinya harus dibawa ke rumah sakit, ya kita rujuk ke rumah sakit," jelas  Sanusi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved