Kamis, 7 Mei 2026

Kemenag Luncurkan Rapor Digital Madrasah, Apa Saja Fiturnya?

Kemenag meluncurkan Rapor Digital Madrasah (RDM) yang akan digunakan oleh 87 ribu madrasah di berbagai tingkatan yagn tersebar di seluruh Indonesia.

Tayang:
Editor: eben haezer
ist
Ilustrasi 

SURYAMALANG - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Rapor Digital Madrasah (RDM) yang akan digunakan oleh 87 ribu madrasah di berbagai tingkatan yagn tersebar di seluruh Indonesia.

Rapor digital ini adalah penyempurnaan dari Aplikasi Rapor Digital (ARD) yang sudah lebih dulu digunakan sebelumnya.

Dikuti dari Laman Kemenag, Dirjen Pendidikan Islam, Mudhammad Alim Ramdhani menyebut penyempruaan ini sebagai terobosan dalam mengoptimalkan layanan pembelajaran di madrasah.

"Masa depan anak-anak kita pasti datang, dan kita harus mampu mengantarkannya dengan penuh makna," katanya.

Ditambahkan Mohammad Isom, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, rapor digital ini melengkapi platform pembelajaran e-Learning Madrasah yang telah berjalan selama pandemi.

Dia menyebut RDM ini memiliki menu yang lebih lengkap dan memudahkan guru, siswa, serta kepala Madrasah dalam merencanakan, melakukan pemrosesan dan penilaian, serta pelaporan hasil belajar madrasah.

"Rapor digital madrasah bukan sekadar aplikasi untuk mencetak rapor. Kepala Madrasah, Guru dan orangtua siswa bisa memantau perkembangan capaian kompetensi siswa secara real time," ujar Isom.

Dia menambahkan, melalui rapor digital madrasah, analisis dan penggambaran grafik perkembangan kompetensi siswa juga dapat diketahui secara cepat dan akurat.

Dengan dukungan data tersebut, diharapkan guru bisa memberikan program perbaikan pembelajaran dan pengayaan secara tepat baik dari sisi waktu maupun mutu.

Untuk mewujudkan layanan data tunggal di Kemenag, aplikasi rapor digital madrasah juga sudah terintegrasi dengan pangkalan data Education Management Information System (EMIS).

Sehingga, validitas data di madrasah dapat terjamin. Di samping itu, guru dan operator madrasah lebih mudah dan cepat dalam mengelola administrasi penilaian hasil belajar di madrasah.

Dia mengaku, guru dapat mengelola nilai secara online dari mana saja dan kapan saja. Rapor digital madrasah, sambung dia, juga berfungsi sebagai bank nilai siswa madrasah.

"Seluruh data nilai siswa madrasah tersimpan di server pusat serta dapat digunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Sebab, rapor digital madrasah sudah terintegrasi dengan EMIS,"katanya. 

Maka, saat siswa akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi melalui LTMPT, tidak perlu lagi siswa menginput data nilai secara manual, karena seluruh data nilai siswa sudah tersedia.

"Kita bertekad meningkatkan mutu dan daya saing madrasah, mewujudkan madrasah mandiri dan berprestasi melalui terobosan-terobosan layanan digital yang cepat dan akurat di madrasah," pungkas Isom.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mudahkan Siswa, Kemenag Luncurkan Rapor Digital untuk 87.000 Madrasah",

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved