Pasien Positif Covid-19 Kabur Dari Ruangan Isolasi RS di Mojokerto
Seorang pasien kabur dari ruangan khusus isolasi Covid-19 di RSUD RA Basoeni, Jl Raya Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Mojokerto
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: eben haezer
SURYAMALANG, MOJOKERTO - Seorang pasien kabur dari ruangan khusus isolasi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RA Basoeni, Jl Raya Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pasien yang diduga positif terpapar Covid-19 itu berinisial S, seorang pegawai laki-laki bagian gudang di rumah sakit tersebut.
Pasien S kabur dari ruang isolasi Covid-19 ketika Tenaga Kesehatan (Nakes) usai memberikan perawatan dan mengganti baju Hazmat di ruangan sebelah yang berada di samping pintu masuk, pada, Jumat (20/8/2021) sore.
Dia dengan mudahnya kabur dari ruangan isolasi lantaran paham denah ruangan isolasi rumah sakit. Setelah berhasil melarikan diri yang bersangkutan kembali ke rumahnya.
Kejadian pasien Covid-19 kabur dari ruangan isolasi ini sontak memicu kepanikan, terutama para nakes yang berjaga di ruangan isolasi tersebut.
Saat itu juga, para Nakes dan Tim Satgas Covid-19 segera mencari keberadaan pasien S dan menemukan yang bersangkutan berada di rumahnya.
Setelah berbicara panjang lebar akhirnya Tim Satgas Covid-19 berhasil membujuk pasien S untuk kembali ke ruang isolasi di RSUD RA Basoeni, pada Jumat (20/8) sekitar pukul 23.00 WIB. Kini pasien S yang juga komorbid hipertensi ini dalam perawatan di kamar B4 RIC1O RSUD RA Basoeni.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, dr. Sujatmiko mengaku belum mengetahui kabar terkait pasien diduga positif Covid-19 kabur dari ruangan isolasi kasih di RSUD RA Basoeni.
"Saya belum tahu, monggo langsung ke Plt direktur RS Basoeni dr.Ulum," Sabtu (21/8/2021).
Dikonfirmasi terpisah, Plt,Direktur RSUD RA Basoeni dr Ulum Rohmat Rokhmawan saat dikonfirmasi membenarkan terkait insiden
pasien Covid-19 kabur dari ruangan isolasi tersebut.
"Malam sudah mau orangnya (Pasien S, Red) kembali ke ruangan isolasi sekitar pukul 23.00 WIB,” ujarnya singkat kepada Surya.co.id.
Ulum mengatakan ruangan isolasi maupun tempat perawatan memiliki pengamanan yang ketat berlapis dan kondisi pintu dikunci.
Pasien dari luar rumah sakit pasti kesulitan kabur karena tidak paham lokasi. Berbeda dengan pasien S karena bekerja di sana sehingga hafal jalan keluar.
”Kemungkinan karyawan itu kena sampling dan positif lantaran di RS Basoeni memang dibentuk Satgas Covid ada Tracing, Testing dan Treatment internal sehingga kalau mau kabur dari rumah sakit caranya sudah paham," jelasnya. (don/ Mohammad Romadoni).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pasien-covid-19-kabur-dari-ruang-isolasi-rs.jpg)