Berita Tulungagung Hari Ini
Tulungagung Sudah Zona Oranye Covid-19 Namun Masih Berlaku PPKM Level 4, Ini Alasannya
Pemberlakukan PPKM level 4 di Tulungagung ini diperkirakan hingga akhir Agustus 2021, saat evaluasi perpanjangan PPKM.
Penulis: David Yohanes | Editor: isy
Berita Tulungagung Hari Ini
Reporter: David Yohanes
Editor: Irwan Sy (ISY)
SURYAMALANG.COM | TULUNGAGUNG - Kabupaten Tulungagung telah masuk zona oranye dari zona merah dalam peta sebaran Covid-19.
Namun, wilayah Kabupaten Tulungagung masih dalam Pemberlakukan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 atau level tertinggi dalam PPKM.
Pemberlakukan level 4 ini diperkirakan hingga akhir Agustus 2021, saat evaluasi perpanjangan PPKM.
“Pemberlakukan PPKM Level 4 ini memang sampai minggu depan. Jadi kita tetap level 4 meski zonanya sudah oranye,” terang Wakil Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Ahmad Mugiyono, Kamis (26/8/2021).
Karena itu, Mamad, panggilan akrabnya, mengingatkan bahwa aturan yang berlaku di Tulungagung tetap PPKM Level 4.
Pihaknya berharap pada evaluasi akhir pekan nanti Kabupaten Tulungagung bisa turun di level 3.
Penurunan level ini otomatis akan diikuti dengan sejumlah relaksasi kebijakan di masyarakat.
“Jika sudah level tiga kita bisa menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas. Hajatan dengan pengetatan juga kembali diizinkan,” sambung Mamad.
Dengan masuk zona oranye, maka Kabupaten Tulungagung masuk risiko sedang.
Bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur juga turun drastis.
BOR rumah sakit rujukan hanya 47 persen, BOR isolasi 29,6 persen dan BOR ICU 46 persen.
Sedangkan BOR Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) sebesar 16 persen.
Saat puncak kasus Covid-19 selama PPKM Level 4, BOR bisa mencapai di atas 70 persen.
“Untuk indikator BOR, semuanya dalam kondisi terkendali,” ucap Mamad.
Sedangkan data Kamis (26/8/2021) ada penambahan 31 pasien baru, tiga pasien meninggal dunia dan 68 pasien sembuh.
Dengan data ini maka akumulasi pasien Covid-19 di Tulungagung sebanyak 7.589 orang.
Dari jumlah itu 6.732 sudah sembuh dan 229 orang meninggal dunia, sehingga masih ada 628 pasien aktif.
Prosentase kesembuhan sebesar 88,71 persen dan tingkat fatalitas sebesar 3,02 persen.