Breaking News:

Berita Bojonegoro Hari Ini

Semburan Air di Bojonegoro, BPBD Minta Warga Tak Konsumsi Airnya

BPBD Bojonegoro mendatangi lokasi semburan air bor di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem.

Penulis: Mochamad Sudarsono | Editor: isy
SURYAMALANG.COM/Mochamad Sudarsono
Sumur bor yang keluarkan semburan air di Dusun Sanggar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, telah dipasang beis beton, Jumat (27/8/2021).  

Berita Bojonegoro Hari Ini
Reporter: Mochamad Sudarsono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | BOJONEGORO - Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Bojonegoro mendatangi lokasi semburan air bor di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem.

Semburan air bor setinggi 10-15 meter itu mengagetkan warga sekitar, terjadi pada Kamis (26/8/2021), malam.

Kepala BPBD Bojonegoro, Ardhian, mengatakan kondisi air pada semburan sumur bor beruap, sehingga demi keamanan warga sekitar, dilakukan uji sampel air untuk cek labolatorium.

Apakah air layak dikonsumsi atau tidak, baru bisa diketahui jika hasilnya sudah keluar.

"Kita imbau ke warga agar air jangan dikonsumsi dulu, kita tunggu hasil labolatorium. Sudah kita ambil sampel," terangnya dikonfirmasi, Jumat (27/8/2021). 

Ardhian menjelaskan, saat ini kondisi sumur bor sudah ditutup dengan beton sehingga tidak muncrat, namun masih ada rembesan yang dialirkan ke sungai.

Di sekitar lokasi juga telah dipasang garis polisi, agar warga tidak mendekati titik semburan yang dikhawatirkan bisa berbahaya. 

"Lokasi semburan sudah ditutup demi keamanan warga, nanti kita akan ke sana lagi bersama rekan DLH dan Cipta Karya," pungkasnya.

Menurut Iswahyudi, menantu Samirin, pemilik rumah yang melakukan pengeboran sumur, pengeboran itu dilakukan pada sabtu lalu.

Dikarenakan sumber air kecil maka dibiarkan lebih dulu, namun mendadak Kamis (26/8) malam, sumur bor menyemburkan air yang sangat tinggi.

Baca juga: Semburan Air Setinggi 10 Meter Tiba-Tiba Muncul Dari Sumur di Bojonegoro, Berasa Asin & Bau Belerang

Warga juga tak sedikit yang mendekati lokasi semburan air mencicipi rasanya yang asin dan juga berbau sedikit belerang.

"Ngebornya hari sabtu hingga kedalaman 60 meter, karena sumber kecil akhirnya dibiarkan. Tiba-tiba kamis malam muncrat tinggi sampai di atas pohon, mungkin 10-15 meteran," bebernya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved