Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026

Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan yang Video Hajatan Pernikahannya Viral Akhirnya Minta Maaf

Akhmad Mujangki, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan akhirnya angkat bicara terkait video hajatan pernikahannya yang viral di media sosial.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/galih lintartika
Akhmad Mujangki, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan 

SURYAMALANG, PASURUAN - Akhmad Mujangki, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan akhirnya angkat bicara terkait video hajatan pernikahannya yang viral di media sosial.

"Pertama, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan atas viralnya potongan video saat hajatan pernikahan saya," kata Akhamd Mujangki, Senin (30/8/2021) siang.

Dia mengakui memang potongan video yang viral itu adalah hajatan pernikahannya yang digelar di Desa Pusung Malang, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu malam (28/8/2021).

Menurut Mujangki,  yang menggelar pesta hajatan pernikahan adalah orang tuanya. Dia menyebut orang tuanya sudah izin ke Satgas tingkat kecamatan.

"Resepsi ini sudah kami tunda selama empat kali sejak rencana awal April 2020. Ayah saya menghormati itu. Kemarin Kabupaten Pasuruan sudah masuk level 3 dan Kecamatan Puspo zona hijau," terangnya.

Melihat kondisi itu, kata Mujangki, akhirnya hajatan pernikahan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Bahkan, ia menyebut, undangan pun disebar secara sangat terbatas.

"Undangannya tidak banyak, bahkan dibagi menjadi dua hari. Itu salah satu upaya untuk menghindari kerumunan dan meminimalisir penularan COVID-19. Yang diundang hanya kalangan terbatas saja," tandas dia.

Disampaikan Mujangki, penataan tempat di hajatan pernikahan ini juga terbatas, ada jaraknya. Contohnya, antara tempat sound system yang viral, dan lokasi resepsi juga terpisah, termasuk tempat makan.

"Jadi sudah kami tata betul, jangan sampai menimbulkan kerumunan. Bahkan, untuk tempat makan saja kami atur, agar tidak berkerumun. Yang mau ambil makanan bergantian, dan maksimal 10 orang," papar dia.

Menurut dia, sebelum masuk, undangan juga diminta untuk mencuci tangan dan cek suhu badan. Jika memang tidak memungkinkan, tidak diperkenankan masuk ke acara. Ia juga menyiapkan masker gratis.

"Sebelum acara, kami juga sempat bentuk tim kecil untuk mengedukasi dan mengingatkan jika ada undangan yang tidak mematuhi prokes saat acara," lanjut politisi muda tersebut.

Untuk video yang viral itu, ia mengakui memang ada masyarakat yang antusias mendatangi sound system tersebut. Padahal, ia sudah mengingatkan untuk tidak berkerumun dan jaga jarak.

"Sebelum video viral itu beredar luas, saya langsung perintahkan untuk mematikan sound systemnya dan lampunya dimatikan karena ada masyarakat yang datang semakin banyak," lanjutnya.

Ia menyebut, masyarakat yang berkumpul di area sound system itu bukan tamu undangan. Jadi mereka datang sendiri."Sekali lagi, kami mohon maaf atas kejadian ini," tutup Mujangki. 

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved