OTT Bupati Probolinggo Oleh KPK

Nama 12 Kades Disebut KPK Saat Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan Suaminya Resmi Tersangka

Ke 12 nama Kepala desa itu masuk dalam daftar tersangka setelah Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari bersama suaminya Hasan Aminudin jadi tersangka

Editor: Dyan Rekohadi
Tribunnews/Irwan Rismawan
Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari bersama suaminya yang juga anggota DPR RI, Hasan Aminuddin mengenakan rompi tahanan saat konferensi pers operasi tangkap tangan (OTT) di gedung KPK, Jakarta, Selasa (31/8/2021) dini hari. KPK resmi menahan Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin bersama 3 tersangka lainnya dengan barang bukti uang Rp 362.500.000 terkait dugaan seleksi jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo tahun 2021. 

Penulis : Tony Hermawan

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - KPK menyebut nama 12 Kepala Desa di Kabupaten Probolinggo yang belum ditahan yang terlibat dalam kasus suap dalam OTT Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari bersama suaminya Hasan Aminudin.

Ke 12 nama Kepala desa itu masuk dalam daftar tersangka setelah Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari bersama suaminya Hasan Aminudin ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Selasa (31/8/2021) dini hari.

Para Kepala Desa itu tidak ikut terjaring OTT KPK dan bahkan belum diamankan oleh penegak hukum lain.

Seiring dengan penetapan tersangka kasus suap jabatan di Probolinggo ini , ke 12 Kades itu diminta untuk menyerahkan diri.

Diketahui, dari 22 tersangka ada lima orang yang langsung dilakukan penahanan.

Kelimanya yakni, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari bersama suaminya Hasan Aminudin selaku Anggota DPR RI fraksi Nasdem. 

Selanjutnya, Doddy Kurniawan ASN Camat Krejengan; Muhamad Ridwan ASN Camat Paiton; dan Sumarto, ASN Pejabat Kades Karangren.

Sementara ada 12 orang kades pemberi suap masih belum ditahan. Yakni Sumarto, Ali Wafa, Mawardi, Mashudi, Maliha, Mohammad.

Selanjutnya Bambang, Masruhen, Abdul Wafi, Khoim, Ahkmad Saifullah, Jaelani, Uhar, Nurul Hadi, Nurul Huda, Hasan, Sahir, Sugito, Samsudin.

KPK pun meminta kepada 12 kades segera menyerakan diri. Para tersangka itu diminta untuk kooperatif mengikuti proses hukum yang sedang berlangsung.

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi menyatakan, akan berlaku bijak terkait penetapan tersangka 12 kades.

"Kami prinsipnya siap jika ada tugas membantu penangkapan," katanya.

Kendati demikian, kata Teuku, meski telah mendengar tambahan tersangka namun pihaknya belum belum menerima perintah KPK.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved