Breaking News:

Pelecehan Seksual di KPI Pusat

Salah Satu Pegawainya Jadi Korban Perundungan dan Pelecehan Seksual, Begini Sikap KPI Pusat

Komisioner KPI Pusat mengatakan, KPI turut prihatin atas kejadian tersebut serta tidak akan mentoleransi segala bentuk pelecehan seksual

Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: eben haezer
ist/dok.kpi pusat
Hardly Stefano, Komisioner KPI Pusat 

SURYAMALANG, JAKARTA - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat langsung mengambil sikap setelah beredar surat terbuka berisi pengakuan seorang pegawai KPI Pusat yang mengaku menjadi korban perundungan dan pelecehan seksual oleh sejumlah pegawai lainnya. 

Hardly Stefano, Komisioner KPI Pusat mengatakan, KPI turut prihatin atas kejadian tersebut serta tidak akan mentoleransi segala bentuk pelecehan seksual serta perundungan atau bullying terhadap siapapun dan dalam bentuk apapun.

Dia menyatakan, KPI juga melakukan langkah-langkah investigasi internal dengan meminta penjelasan semua pihak. 

"KPI juga mendukung aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Hardly dalam pernyataan tertulis yang dikirim ke suryamalang.tribunnews.com, Rabu (1/9/2021).

Apabila dalam langkah-langkah yang dilakukan aparat penegak hukum terbukti bahwa memang terjadi hal-hal yang dituduhkan korban, maka KPI akan menindak tegas. 

Sedangkan terhadap korbannya, KPI juga akan memberikan perlindungan, pendampingan hukum, serta pemulihan secara psikologis. 

Pelecehan Seksual dan Perundungan di Lingkungan KPI Pusat

Diberitakan sebelumnya, seorang pria yang mengaku bekerja di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi.

Dalam surat terbuka kepada Jokowi, pria berinisial MS itu mengaku menjadi korban perundungan, pelecehan seksual, serta penganiayaan selama bertahun-tahun di kantor KPI Pusat. Dia menyebut, pelecehan seksual itu dilakukan oleh sejumlah karyawan senior mulai 2012.

“Sepanjang 2012-2014, selama 2 tahun saya dibully dan dipaksa untuk membelikan makan bagi rekan kerja senior. Mereka bersama sama mengintimidasi yang membuat saya tak berdaya. Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja. Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved