Breaking News:

Pelecehan Seksual di KPI Pusat

Komnas HAM Akan Upayakan Agar Korban Pelecehan Seksual di KPI Pusat Dapat Perlindungan dari LPSK

Komnas HAM akan mendorong agar korban pelecehan seksual di KPI Pusat mendapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Editor: eben haezer
ist/tribunnews.com
Gedung LPSK 

SURYAMALANG - Komnas HAM akan mendorong agar korban pelecehan seksual di KPI Pusat mendapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Hal ini disampaikan Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara melalui Tayangan Youtube Humas Komnas HAM, Jumat (3/9/2021).

"Kita komunikasi nanti dengan LPSK supaya juga membantu perlindungan keamanan korban," kata Beka Ulung Hapsara.

Selain itu, Komnas HAM akan mengupayakan pendampingan pemulihan trauma korban. Hal ini dilakjkan untuk terus menjaga keberanian korban sehingga dapat mengungkapkan perkara yang dialaminya.

"Bagaimanapun kami mengapresiasi keberanian korban untuk mengungkap peristiwa yang ada ke publik. Tidak semua korban punya semangat seperti itu dan keberanian seperti itu. Hal itu yang kita bilang harus dijaga," terangnya.

"Selain itu, kedepan kita juga pikirkan soal pekerjaan dan kesehatan korban," imbuh Beka.

Seperti diberitakan sebelumnya, pria berinisial MS mengaku menjadi korban perundungan, pelecehan seksual, serta penganiayaan selama bertahun-tahun di kantor KPI Pusat. Dia menyebut, pelecehan seksual itu dilakukan oleh sejumlah karyawan senior mulai 2012.

“Sepanjang 2012-2014, selama 2 tahun saya dibully dan dipaksa untuk membelikan makan bagi rekan kerja senior. Mereka bersama sama mengintimidasi yang membuat saya tak berdaya. Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja. Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh.

MS mengaku bekerja di KPI Pusat sejak 2011. Dia mengaku sudah tak terhitung berapa kali perundungan itu dilakukan terhadapnya tanpa bisa dia lawan.

“Tahun 2015, mereka beramai ramai memegangi kepala, tangan, kaki, menelanjangi, memiting, melecehkan saya dengan mencoret buah zakar saya memakai spidol. Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi. Kok bisa pelecehan jahat macam begini terjadi di KPI Pusat? Sindikat macam apa pelakunya? Bahkan mereka mendokumentasikan kelamin saya dan membuat saya tak berdaya melawan mereka setelah tragedi itu. Semoga foto telanjang saya tidak disebar dan diperjualbelikan di situs online,” tulisnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved