Berita Malang Hari Ini
Jurusan Biologi UM Tingkatkan Kapabilitas Mahasiswa Lewat Workshop Budidaya Anggrek
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan program inovasi bisnis mahasiswa lewat workshop
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
Untuk mengeluarkan bibit dari botol bisa ditambahkan sedikit air dengan mengocok pelan-pelan agar akar terpisah dari media agar yang menempel.
Bibit anggrek yang ada dalam botol kultur berasal dari biji anggrek yang disemaikan secara aseptik in vitro pada media buatan yang mengandung energi, nutrisi dan senyawa organik lengkap yang diperlukan untuk perkecambahan dan pertumbuhan protokorm menjadi seedling.
Bibit anggrek yang telah ditumbuhkan dalam botol-botol kultur telah terbiasa hidup dalam kondisi aseptik dan berkecukupan energi dan nutrisi yang tersedia dalam media kultur.
Oleh karena itu, agar bibit anggrek dapat hidup mandiri dan mampu melakukan fotosintesis di lingkungan eksternal perlu dilakukan aklimatisasi atau pengadaptasian bibit.
Aklimatisasi dilakukan dengan cara memindahkan bibit anggrek dalam botol ke dalam community-pot dengan menggunakan media tanam seperti pakis, mos, arang dll.
Bibit dalam botol yang sudah bisa diaklimatisasi mempunyai ukuran kurang lebih dari 4 cm dengan 3-5 lembar daun dan 4-6 akar.
Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar pertumbuhan anggrek dapat optimal antara lain yaitu kemiringan lahan 0-2 persen agar anggrek bisa ditanam dalam hamparan.
Kemudian ketinggian tempat untuk anggrek jenis dendrobium berkisar 100-199 m dpl (0-500 m dpl).
Suhunya berkisar 25-35°C, lokasi pemeliharaan anggrek harus terbebas dari polusi terutama bahan kimia berbahaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kegiatan-untuk-mahasiswa-biologi-universitas-negeri-malang-um.jpg)