Breaking News:

Travelling

Pemkab Resmi Punya Hak Paten Atas Soto Lamongan dan Nasi Boranan, Wingko Babat Sedang Proses

Pemkab Lamongan resmi memiliki hak paten atas kuliner  Soto Lamongan dan Nasi Boranan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Zainuddin
Hanif Manshuri
Nasi Boranan khas Lamongan. 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Pemkab Lamongan resmi memiliki hak paten atas kuliner  Soto Lamongan dan Nasi Boranan.

Bumbu nasi boran khas dari Lamongan mirip bumbu cabai dan kelapa.

Kekhasan nasi boran adalah lauknya, yaitu ikan sili, ndok- ndokan alias telur, dan ikan tambak hasil budidaya petambak Lamongan.

Nasi boran dibubuhi sambal yang mengandung ikan sili, bandeng, udang, ikan gabus, ayam, tahu, tempe.

Sedangkan ciri paling menonjol pada soto Lamongan adalah taburan koya.

Soto Lamongan berisi irisan ayam, jeroan ayam, kulit ayam, telur, koya, sambal, dan jeruk nipis.

"Kami mengajukan sejumlah kuliner beberapa waktu lalu. Akhirnya Soto Lamongan dan Nasi Boran menerima sertifikat hak paten sebagai kekayaan kuliner dari Lamongan," kata Muhammad Zamroni, Kepala Disperindag Lamongan kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (22/9/2021).

Menurut Zamroni, pendaftaran tersebut agar soto Lamongan dan Nasi Boran tidak diklaim oleh daerah atau negara lain.

Kuliner khas Lamongan itu sudah didaftarkan dan diajukan ke Dinas Perindustrian Jatim, kemudian diteruskan ke Kemenkumham RI.

Pendaftaran produk kuliner ini butuh waktu lama.

Ada beberapa tahapan sebelum sertifikat hak paten keluar, seperti masa sanggah.

"Setiap produk yang didaftarkan memiliki kekhasan. Nasi boranan ini terukti tidak ada di daerah lain," terangnya.

Pemkab juga mengajukan tahu campur dan wingko Babat untuk mendapat hak paten.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved