Penanganan Covid

Kota Batu Masuk Level 1, Ini 27 Kabupaten / Kota di Jatim yang Masuk Level 1 Karena Kasus Menurun

Per hari ini, Senin (27/9/2021), jumlah daerah di Jatim yang masuk dalam level 1 mencapai 27 kabupaten/kota. 

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
Jumlah daerah di Jatim yang masuk Level 1 di Jatim bertambah 

SURYAMALANG.COM,  SURABAYA - Daerah dengan status level 1 bersasarkan asesmen Kemenkes di Jatim  terus meningkat.

Kota Batu menjadi salah satu Kota yang statusnya kini membaik dan masuk kategori Level 1.

Per hari ini, Senin (27/9/2021), jumlah daerah di Jatim yang masuk dalam level 1 mencapai 27 kabupaten/kota. 

Dapat dikatakan, dari 38 kabupaten kota di Jatim, sebanyak 71,05 persen kabupaten/kotanya berada dalam level 1. 

Adapun kabupaten/kota yang masuk dalam level 1 yaitu  Kabupaten Tuban, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Ponorogo,  Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Lumajang, Lamongan, Gresik, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Kota Surabaya, Kabupaten Kediri, Jombang, Jember, Bondowoso, Bojonegoro, Blitar, dan Banyuwangi. 

Sementara untuk level 2 di Jawa Timur kembali mengalami penurunan dari 13 kabupetan/kota menjadi 11 kabupaten/kota. Yaitu Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Sumenep, Probolinggo, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Kota Probolinggo, Kota Malang, Kota Madiun, dan Kabupaten Bangkalan.

“Atas ikhtiar, kerjasama dan do'a kita semua, Provinsi Jatim kembali mendapatkan penambahan pada level 1. Sebanyak 27 kabupaten/kota atau 71,05 persen telah di level 1. Mohon tetap waspada dan diikuti dengan disiplin protokol kesehatan (prokes) serta percepatan vaksinasi,” kata Khofifah.

Capaian ini juga berjalan beriringan dengan jumlah kasus covid-19 di Jawa Timur yang terus menurun.

Kasus terkonfirmasi harian di Jatim kini hanya berkitar 170 hingga 200 kasus.

Dengan total kasus aktif sebanyak 2.400 orang saja. 

Meski kasus menurun, namun Khofifah menegaskan bahwa segi tracing, testing di Jatim terus meningkat. Dan saat ini testing dan tracing Jatim telah sesuai standar WHO. Di mana testing di Jatim mencapai lebih dari 40.479 test per minggu. 

Berdasarkan data.covid19.go.id per 22 September 2021, seminggu terakhir berada di sekitar angka 160.000 test/minggu. 

Sehingga positivity rate Jatim kembali mengalami penurunan berada di angka 0,98 persen.

Angka ini memenuhi standart WHO di bawah 5 persen per minggu.

Sementara untuk tracing Jatim mencapai 19,25 rasio kontak erat/kasus konfirmasi/minggu.

Dengan demikian, tracing ratio Jatim mampu menembus standar Kemenkes RI, di mana Standar Kemenkes RI yaitu 15 kasus ditracing per 1 kasus.

Tracing ratio Jatim kini sudah melebihi standar Kemenkes, Artinya kini tiap kasus positif yang ditemukan di Jatim telah ditracing dan ditemukan 19 kontak eratnya untuk dites dan diisolasi,” pungkasnya. 

Berita terkait Covid-19

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved