Breaking News:

Travelling

Wisata Bromo Tengger Semeru Ditutup Karena Status PPKM Level 3, Tiket Booking Bisa Dijadwal Ulang

Selain lewat Kabupaten Probolinggo, pintu masuk TNBTS melalui Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan juga ditutup karena Level 3

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/BB TNBTS
Wisata Bromo Tengger Semeru dinyatakan ditutup per 5 Oktober 2021 karena status PPKM Level 3. Peengumuman ini disampaikan di akun instagram Balai Besar TNBTS 

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Objek Wisata Alam Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali ditutup karena penerapan PPKM.

Wisata Alam Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dinyatakan mulai ditutup per hari ini, Selasa 5 Oktober 2021 hingga waktu yang belum ditentukan.

Semua akses melalui empat pintu masuk Wisata Bromo, termasuk salah satunya Kabupaten Probolinggo pun kini kembali ditutup.

Penutupan seiring meningkatnya Level PPKM Kabupaten Probolinggo, yakni Level 3.

Kepala Subbagian Data, Evaluasi Laporan dan Hubungan Masyarakat Balai Besar TNBTS Sarif Hidayat membenarkan hal tersebut.

Seluruh obyek dan daya tarik wisata alam di Kawasan TNBTS ditutup secara total.

Sehingga selain lewat Kabupaten Probolinggo, pintu masuk TNBTS melalui Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan juga ditutup karena sama-sama masuk PPKM Level 3.

"Penutupan dimulai hari ini, Selasa 5 Oktober 2021 sampai dengan pengumuman lebih lanjut. Kebijakan penutupan ini memperhatikan Instruksi Mendagri Nomor 47 Tahun 2021 Tentang PPKM Level di Jawa dan Bali," katanya kepada Surya.

Ia menjelaskan, bagi wisatawan yang sudah terlanjur memesan tiket daring di laman https://bookingbromo.bromotenggersemeru.org/ ada opsi penjadwalan ulang.

"Wisatawan bisa menjadwal ulang kunjungan ke TNBTS melalui laman tersebut. Pembukaan kembali TNBTS tentunya memperhatikan Level PPKM atau Instruksi pemerintah pusat terlebih dahulu," jelasnya.

Saat penutupan berlaku, pihak Blai Besar TNBTS akan menyiapkan sejumlah personel untuk menjaga pintu masuk Wisata Bromo.

Selain itu, para personel bakal melakukan patroli secara rutin.

"Apabila ada wisawatan yang nekat mengunjungi kawasan wisata alam TNBT akan kami halau atau diminta putar balik. Hal ini merupakan upaya untuk meminimalisir dampak risiko meluasnya penyebaran Covid-19," pungkasnya. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved