Senin, 13 April 2026

Berita Batu Hari Ini

BPBD Batu akan Rekrut Relawan Bencana dari Kelompok Difabel, Ini Tujuannya

BPBD Batu mulai mengedukasi warga dari kelompok difabel agar tahu tata cara penanganan dini saat terjadi bencana alam.

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Kepala BPBD Batu Agung Sedayu. 

Berita Batu Hari Ini
Reporter: Benni Indo
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | BATU - Kota Batu merupakan daerah tujuan wisata karena pemandangannya yang indah.

Bukit dan ladang yang membentang luas menjadi daya tarik, termasuk di dalamnya wisata buatan.

Di balik keindahan Kota Batu, tersimpan potensi sejumlah bencana alam, terutama longsor dan banjir.

Pemkot Batu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batu mulai mengedukasi warga dari kelompok difabel agar tahu tata cara penanganan dini saat terjadi bencana alam.

BPBD Batu mulai memberikan edukasi dan merekrut relawan dari kelompok difabel di Kota Batu agar mereka bisa berkontribusi kepada sesama manusia dalam acara yang berlangsung di Hotel Batu Suki, Rabu (6/10/2021).

Kepala BPBD Batu, Agung Sedayu menjelaskan, berdasarkan hasil survei di Jepang, pada kejadian gempa Great Hanshin Awaji 1995, menunjukkan bahwa persentase korban selamat disebabkan oleh diri sendiri sebesar 35 persen, lalu anggota keluarga 31,9 persen, teman atau tetangga 28,1 persen, serta orang lewat 2,60 persen.

Sedangkan persentase Tim SAR hanya 1,70 persen, dan lain-Lain 0,90 persen.

“Dari data itu dapat kita lihat bahwa dua aspek di awal nilai potensi selamat sudah lebih dari 50 persen,” ujar Agung, Rabu (6/10/2021).

Berdasarkan UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menjelaskan bahwa difabel adalah kelompok rentan ketika terjadi bencana alam.

Berdasarkan UU tersebut, Agung membuka kesempatan bagi difabel di Kota Batu bergabung menjadi relawan.

“Difabel termasuk kelompok rentan yang perlu mendapat perlindungan. Di satu sisi, ada kelompok difabel yang ingin berpartisipasi bukan sebagai objek. Nah, itu yang membuat kami tergerak memberikan ruang kepada mereka,” paparnya.

Bencana alam tidak menjadi urusan BPBD saja, melainkan juga menjadi urusan semua pihak.

Bencana alam juga tidak melihat siapa yang akan terimbas.

Agung meyakini ketika kelompok difabel memiliki pengetahuan tentang penanganan dini bencana alam, maka mereka bisa membuat rencana kontingensi.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved