Pantangan Ketat Tukul Arwana Setelah Operasi Pendarahan Otak, Ternyata Ada Penyakit Lain

Pantangan ketat yang harus dijalani Tukul Arwana setelah operasi pendarahan otak, ternyata ada penyakit lain, kini belum bisa bicara normal

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
tangkap layar Youtube Indosiar
Tukul Arwana saat menjadi host di program TV Indosiar 

"Pantangan pasti, dengan kondisi sakit hipertensi, stroke, disertai pendarahan otak pasti ada menu-menu diet yang disarankan dari rumah sakit," ucap Rizky Kimon.

Diktutip dari TribunStyle.com 'Belum Bisa Bicara, Tukul Arwana Masih Gunakan Bahasa Isyarat,Manajer Beber Pantangan dari Dokter'.

Manajer Tukul Arwana, Rizky Kimon menjelaskan kondisi artinya
Manajer Tukul Arwana, Rizky Kimon menjelaskan kondisi artinya (Tangkap Layar YouTube Star story)

Oleh karena itu, pihak keluarga memberikan makanan sesuai menu yang diberikan rumah sakit pada Tukul Arwana.

"Sudah dikordinasikan sama perawatnya, jadi menu-menunya mungkin benar-benar menu dari rumah sakit yang kita hidangkan," tandasnya.

  • Berapa Lama Proses Penyembuhan Pendarahan Otak?

Terkait pendarahan otak, dr. Subrady Leo Soetjipto Soepodo, Sp.BS, Dokter Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Pasar Kemis mengatakan, waktu atau durasi kesembuhan pasca pendarahan otak bervariasi, tergantung dari jumlah jaringan otak yang dapat diselamatkan.

Untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang mengalami pendarahan otak, dokter harus mengontrol kembali tekanan darah dan menyelamatkan organ yang ada di dalam tubuh pasien.

“Kami harus memastikan pendarahan yang terjadi pada pasien dapat berhenti atau membeku, agar tidak terjadi pendarahan besar,” ujar dr. Subrady dikutip dari Kompas.com 'Berapa Lama Proses Penyembuhan Pendarahan Otak?'.

Lebih lanjut Subrady mengatakan, proses penyembuhan pendarahan otak bersifat bertahap dan tahapan penyembuhan antar pasien biasanya berbeda-beda, tergantung dari organ tubuh yang mengalami gagal fungsi dan kondisi pasien.

Hal tersebut sama seperti proses terjadinya pendarahan otak yang tidak terjadi secara tiba-tiba, kecuali pada seseorang yang mengalami kecelakaan.

Proses terjadinya pendarahan otak juga bervariasi. Ada yang hitungan hari, bulan, atau tahun.

Ini tergantung gejala yang dirasakan dan apakah orang tersebut mengabaikannya atau tidak.

“Semakin cepat seseorang mengenali gejala, maka pendarahan pada otak akan semakin mudah diminimalisir.”

  • Rehabilitasi pasca pendarahan otak

Untuk memaksimalkan proses penyembuhan, menurut dr. Subrady, pasien pendarahan otak yang telah selesai dirawat di rumah sakit harus tetap melakukan rehabilitasi.

Rehabilitasi  dilakukan untuk pemulihan kemampuan mengunyah, menelan, berjalan, berbicara, dan berbagai tahapan rehabilitasi lainnya.

“Bahkan, agar seseorang dapat kembali bekerja, pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter okupasi untuk mengetahui tahapan pemulihan yang tepat, agar dapat kembali bekerja,” jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved