Rabu, 15 April 2026

Berita Gresik Hari Ini

Mahasiswa dari Universitas Negeri Malang Asal Gresik Sabet Juara Dai Milenial dengan Wayang Goleknya

Membawa wayang golek, pemuda 18 tahun asal Sidayu yang merupakan mahasiswa UM itu juara lomba da'i Majelis Ulama' Indonesia (MUI) Gresik.

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Willy Abraham
Miftakhul Firman Ferdiansyah Efendi menyabet juara Dai MUI Gresik, Sabtu (30/10/2021).   

SURYAMALANG.COM , GRESIK - Mahasiswa Universitas Negeri Malang asal Sidayu Gresik berhasil meraih gelar juara Dai Milenial, Sabtu (30/10/2021).

Mahasiswa UM itu, Miftakhul Firman Ferdiansyah Efendi menjadi juara setelah tampil sambil membawa wayang golek.

Penampilan Miftakhul Firman Ferdiansyah Efendi mengingatkan pada sosok almarhum KH Ahmad Ihsan atau lebih dikenal dengan sebutan Ustad Cepot.

Membawa wayang golek, pemuda 18 tahun asal Sidayu itu juara lomba da'i Majelis Ulama' Indonesia (MUI) Gresik.

Miftakhul Firman Ferdiansyah Efendi tidak menyangka malam ini, dia keluar sebagai juara.

Padahal, ini kali kedua mengikuti lomba dakwah sambil membawa wayang.

Saat pertama kali, dia mengikuti lomba secara daring namun kalah.

Kali ini, wayang golek warna merah diberi nama 'Bocil' mengantarkannya menjadi juara.

Dia mampu mencuri perhatian dewan juri dengan membawa Bocil sebagai teman tampil dalam lomba ceramah.

Pita suara untuk Bocil telah disiapkannya, agar unik dan berbeda dibanding peserta lainnya.

Mahasiswa dari Universitas Negeri Malang itu, tampil kental dengan kultur budaya Jawa. Hal itu membuat dewan juri tertegun bangga. Ia memakai sarung lengkap dengan simbol wayang.

Tentu saja, menjadi juara satu tidak pernah ada dibenaknya. Sebab lawan terberat pada lomba-lomba sebelumnya kebetulan ikut menjadi peserta da'i milenial juga.

"Tidak menyangka, sebab lawannya berat semua. Seperti Mas Zayyinul di beberapa kesempatan lomba sempat ketemu. Tapi saya belum pernah menang. Alhamdulillah dengan metode membawa wayang golek menjadi tampil beda," ucapnya.

Wayang tersebut diberi nama Bocil, kata Miftakhul, agar lebih mudah dikenal kalangan generasi milenial.

Setelah ini, dia akan bertekad mempertahankan ciri khasnya ini menekuni dakwah.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved