Breaking News:

Berita Tulungagung Hari Ini

Ular Piton Hasil Breeder Tulungagung Dijual Hingga Pasar ASEAN, Permintaan Makin Naik saat Pandemi

Menurut Zaenal Arifin, usaha breeding ular piton di Tulungagung ini sudah digeluti secara serius sejak 2014 lalu.

Penulis: David Yohanes | Editor: isy
david yohanes/suryamalang.com
Warga Desa Bendosari, Ngantru, Tulungagung, Zaenal Arifin, memamerkan koleksi ular piton miliknya. 

Berita Tulungagung Hari Ini
Reporter: David Yohanes
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | TULUNGAGUNG - Zaenal Arifin (38) warga Desa Bendosari, Ngantru, Tulungagung, mengeluarkan salah seekor ular piton dari salah satu kotak plastik bening miliknya.

Ular berwarna kuning dengan pola unik pada kulitnya ini seharga Rp 45 juta.

Ular ini salah satu dari 15 ekor yang dicuri dan berhasil ditemukan lagi oleh personel Polsek Ngantru.

Total nilai 15 ekor ular piton yang dicuri mencapai Rp 133 juta.

Menurut Zaenal, usaha breeding ular piton ini sudah digeluti secara serius sejak 2014 lalu.

“Tahun 2008 dimulai dari koleksi. Sedangkan breeding dimulai tujuh tahun lalu,” tutu Zaenal.

Saat ini Zaenal mempunyai sekitar 30 induk ular piton di rumah.

Harga ular piton ditentukan oleh perpaduan genetik yang bisa dilacak dari pola di kulitnya.

Semakin banyak percampuran genetik dan pola unik di kulitnya, harganya semakin mahal.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved