Breaking News:

Berita Blitar Hari Ini

BKD Kota Blitar Minta ASN Pemkot Blitar yang Diduga Terima Bansos Wajib Kembalikan

ASN Pemkot Blitar yang diduga menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah selama pandemi Covid-19 harus mengembalikan bansos tersebut.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: isy
samsul hadi/suryamalang.com
Plt Kepala BKD Kota Blitar, Kusno. 

Berita Blitar Hari Ini
Reporter: Samsul Hadi
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | BLITAR - Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Blitar yang diduga menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah selama pandemi Covid-19 harus mengembalikan bansos tersebut.

Para ASN yang diduga menerima bansos juga harus dikeluarkan dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

"Kalau sudah menerima bansos) tentunya harus dikembalikan. Karena itu bukan ranah ASN. ASN tidak boleh menerima bansos karena sudah digaji tiap bulan oleh negara," kata Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Blitar, Kusno, Jumat (26/11/2021).

Seperti diketahui, sejumlah ASN di Kota Blitar masuk data penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Berdasarkan hasil temuan BPK terhadap telaah data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) ditemukan ada sembilan ASN di Kota Blitar masuk data penerima bansos dari pemerintah.

Dari sembilan ASN yang masuk DTKS, sebanyak dua orang menerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dan empat orang menerima bantuan sosial tunai (BST).

Sedang tiga orang lainnya tidak menerima bansos tetapi masuk di DTKS.

Kusno mengatakan sejumlah ASN yang masuk data penerima bansos rata-rata tidak tahu namanya terdaftar di DTKS. 

Untuk itu, Kusno mengimbau para ASN lain agar segera melapor ke Dinas Sosial (Dinsos) kalau namanya masuk data penerima bansos.

"Kebanyakan tidak tahu, tiba-tiba namanya masuk data penerima bansos. Untuk itu, kami ingatkan lagi, kalau ada ASN yang namanya masuk data penerima bansos segera lapor ke Dinsos agar datanya segera dihapus, untuk antisipasi agar tidak terulang lagi," ujarnya.

Terkait sanksi, kata Kusno, BKD masih melihat dulu perkembangan selanjutnya.

"Kami lihat dulu, karena rata-rata ketidaksengajaan, tentu kewajibannya harus mengembalikan bansos yang sudah diterima," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved