Breaking News:

Travelling

Tempat Wisata Tetap Buka Saat Liburan Natal dan Baru di Mojokerto

Disparpora Kabupaten Mojokerto tetap membuka sejumlah destinasi pariwisata saat liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/M Romadhoni
Tempat wisata Air Terjun (Waterfaal) Dlundung, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disparpora) Kabupaten Mojokerto tetap membuka sejumlah destinasi pariwisata saat liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo mengatakan tempat wisata boleh buka dengan syarat kapasitas pengunjung maksimal 25 persen, menerapkan ganjil-genap, prokes, dan aplikasi PeduliLindungi.

Pihaknya masih menunggu intruksi Surat Edaran (SE) dari Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati terkait kebijakan diizinkan sejumlah tempat wisata saat Nataru.

"Kami masih menunggu SW Bupati dan rapat Satgas Covid-19 terkait operasional pariwisata saat Nataru lantaran keputusan itu diserahkan daerah masing-masing apalagi status Kabupaten Mojokerto masih PPKM level 3," ungkap Amat kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (30/11/2021).

Pihaknya koordinasi dengan stakeholder terkait penerapan kendaraan ganjil-genap di jalur menuju wisata tersebut.

Pembatasan kendaraan ganjil-genap untuk mengantisipasi potensi pengunjung membludak dan kerumunan di sejumlah wisata Pacet-Trawas.

"Tetap diberlakukan ganjil-genap di kawasan pariwisata," jelasnya.

Pariwisata Air Terjun (Waterfall) Dlundung tetap buka saat Nataru.

Koordinator Wisata Air Terjun Dlundung, Safuk menjelaskan tempat wisata tersebut akan tetap buka saat liburan Nataru.

"Kami sudah menyiapkan petugas untuk mengantisipasi jika terjadi kepadatan wisatawan di kawasan wisata Dlundung," terang Safuk.

Safuk memperkirakan tidak sampai terjadi kepadatan wisatawan saat Nataru lantaran ada penerapan ganjil-genap menuju lokasi wisata di Trawas.

"Ada penyekatan kendaraan ganjil-genap di bawah. Jadi, minim potensi kepadatan di tempat wisata," ucap Safuk.

Petugas telah melakukan mitigasi untuk mengantisipasi potensi terjadinya bencana alam, seperti tanah longsor, banjir dan pohon tumbang di wisata air terjun Dlundung.

"Kami mengusulkan ada delapan pohon jenis Pinus agar ditebang untuk antisipasi pohon tumbang," terangnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved