Breaking News:

Gunung Semeru Meletus

BNPB akan Beri Bantuan ke Warga yang Rumahnya Terdampak Gunung Semeru Meletus

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan status tanggap darurat Gunung Semeru meletus selama 14 hari ke depan.

Editor: isy
hayu yudha prabowo/suryamalang.com
Suasana di Dusun Sumbersari Sari Umbulan, Desa Supiturang, Lumajang seusai diterjang abu vulkanis Gunung Semeru meletus. 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Febrianto Ramadani
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan status tanggap darurat Gunung Semeru meletus selama 14 hari ke depan.

Tim bersama unsur relawan terkait masih tetap fokus mencari korban yang hilang.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan di samping itu pihaknya terus meningkatkan kualitas pengungsi di tempat pengungsian.

Mengingat, korban terdampak bencana alam tersebut butuh waktu yang lama menghuni di tempat sementara.

"Jadi semakin lama kualitas para pengungsi itu harus baik," ujarnya, seusai mengikuti Upacara Serah Terima Pangdam V/Brawijaya, Jumat (10/12/2021).

Selain itu, lanjut Letjen TNI Suharyanto, bersama Satgas dan BNPB, tim juga melakukan pendataan rumah yang terdampak akibat peristiwa itu.

"Nanti dihitung kira kira berapa rumah yang harus direlokasi ke tempat yang baru. Nanti kalau sudah tahu jumlahnya pasti baru kami bangunkan," jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menerangkan,untuk yang rumahnya terdampak sudah tidak bisa ditempati akan dibangunkan tempat yang baru.

Kemudian rumah yang rusak berat tapi tidak perlu direlokasi itu mendapat bantuan dari BNPB Rp 50 juta.

Kemudian rumah yang rusak sedang mendapat bantuan Rp 25 juta, serta rumah yang rusak ringan Rp 10 juta.

Sambil menunggu rumah yang direlokasi selesai dibangun di tempat baru, keluarga yang terdampak itu mendapat bantuan dana tunggu Rp 500 ribu per kepala keluarga per bulan.

"Pastinya cukup. Soalnya mereka mengungsi ke rumah saudara keluarganya," bebernya 

"Soal korban yang hilang, terakhir ada 39 meninggal, 12 hilang karena banyak juga yang hilang bukan penduduk Candipuro dan Pronojiwo. Banyak yang dari luar sedang mencari pasir," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved