Senin, 13 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Ingin Ubah Nasib, 2 Keluarga Asal Kabupaten Malang Transmigrasi ke Aceh

Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo menjelaskan, 11 orang  tersebut diberangkatkan menuju UPT Sigulai, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: rahadian bagus priambodo
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang memberangkatkan 2 keluarga untuk transmigrasi ke Aceh pada Senin (13/12/2021). 

SURYAMALANG.COM|MALANG -Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang memberangkatkan 2 keluarga untuk transmigrasi ke Aceh pada Senin (13/12/2021).

2 kepala keluarga (KK) ini terdiri dari 11 jiwa. Mereka adalah Mochamad Ali Murtadho bersama istri dan empat anaknya. Ali berasal dari Ngijo, Karangploso. Serta Riwi Riyanto yang berangkat dengan istri, seorang anak yang masih berusia 7 bulan dan kedua orang tuanya. Riyan berasal dari Mangunrejo, Kepanjen. 

Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo menjelaskan, 11 orang  tersebut diberangkatkan menuju UPT Sigulai, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh.

"Di Jawa Timur  hanya Kabupaten Malang yang mendapatkan kuota untuk memberangkatkan transmigran ke UPT Sigulai, Kabupaten Simeulue, Aceh," kata Yoyok.

Sebelum berangkat, para transmigran mendapatkan bekal ketrampilan mengolah hasil pertanian oleh Disnaker. 

Pembekalan ilmu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para transmigran. Serta bermanfaat untuk kehidupan di tanah rantau.

Sesampainya di lokasi transmigrasi, mereka akan mendapatkan fasilitas berupa lahan pertanian seluas dua hektar beserta satu unit rumah siap huni, yang disediakan pemerintah pusat. Biaya hidup selama 12 bulan juga ditanggung oleh pemerintah.

Yoyok berpesan kepada transmigran agar berkomitmen untuk melaksanakan transmigrasi secara maksimal.

Yoyok tidak ingin ada yang pulang diam-diam ke Jawa dan tidak kembali lagi ke daerah transmigrasi

Disnaker juga menggandeng PT New Minatex dan PT Sumber Abadi Bersama untuk memberikan santunan kepada peserta transmigrasi.

Sementara itu salah satu transmigran, Riwi Riyanto mengaku dirinya berniat mengikuti program transmigrasi karena ingin mengubah nasib. Dia ingin kehidupan yang lebih baik daripada di Jawa.

"Kami ingin mengubah nasib dengan memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah," ungkapnya. (ew)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved