Minggu, 12 April 2026

Berita Malang Hari Ini

BNPT Gandeng Pemkab Malang-Unisma Bangun Kawasan Khusus Bagi Eks Napiter Jatim

Para eks napiter itu juga dijanjikan BNPT jadi narasumber generasi muda agar tidak mudah kepincut dalil-dalir agama untuk teorirsme.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
Penandatangan nota kesepahaman bersama anta Unisma, BNPT dan Pemkab Malang, Selasa (14/12/2021). 

SURYAMALANG.COM|MALANG- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)-Pemkab Malang-Universitas Islam Malang (Unisma) melakukan kerjasama tripartit terkait pembangunan Kawasan Khusus Terpadu Nusantara (KKTN) untuk eks napiter yang ada di Jawa Timur. Penandatanganan MoU dilakukan di Unisma, Selasa (14/12/2021).

Pemkab Malang menyediakan lahan 15 hektare di Kecamatan Turen. Tempat ini memiliki tiga aspek yaitu edukasi, ekonomi dan tourism. Dikatakan Komjen Pol Dr drs Boy Rafly Amar MH, Kepala BNPT menjelaskan awalnya sudah ada diskusi Bupati Malang dengan Unisma untuk tempat studi ketahanan pangan. 

Dan kemudian BNPT bersinergi dalam konteks kolaborasi dalam penanggulangan terorisame.

Dibangunnya KKTN ini sebagai bagian dari zona deradikalisasi. "Ketika jadi tersangka, terpidana sampai keluar dari lapas, ada proses reintegrasi yang harus dilakukan mereka. Namun eks napiter memiliki hambatan dalam reintegrasi," jelas Boy. 

Maka diharapkan dengan memberikan kegiatan dengan unsur edukasi, ekonomi dan wisata, maka mereka bisa melalui ini. Ia berharap dengan bergandenga tangan seperti ini, tempat ini bisa jadi tempat percontohan di Indonesia dan dunia dalam studi ketahanan pangan dan anti radikalisme. Tempat sejenis telah ada di beberapa titik seperti di Lamongan.

"Saya bersyukur bisa merealisasikan kerjasama tiga pihak ini. Bagi BNPT ini untuk kelanjutan pembinaan deradikalisasi di luar lapas. Sayang kalau nanti jadi residivis lagi," kata Kepala BNPT pada wartawan usai kegiatan. Maka eks  napiter mendapat pembekalan di bidang usaha lewat koperasi. Didalam kawasan itu nanti ada Warung NKRI, usaha peternakan, perikanan air tawar.

Dengan menggandeng perguruan tinggi, maka ada kontribusi akademisi dalam mengembangkan keilmuan dan praktik di lapangan. Unisma juga bisa melibatkan mahasiswanya. "Langkah tercepatnya setelah MoU adalah menyusun masterplan bersama. Diharapkan mulai 2022 sudah ada penataan lahan dari master plan yang disusun bersama," jelas dia.

Nantinya BNPT akan minta kontribusi pada 46 lembaga negara yang sesuai kebutuhannya. Misalkan bibit pertanian dengan Kementerian Pertanian. Nantinya eks napiter akan dijadikan anggota koperasi. "Maka nanti tinggal  koordinasi dengan lembaga negara sesuai kebutuhan," kata Boy Rafly.

Di Jatim, jumlah eks napiter ada 130an. Di Malang ada 40 an. Sementara nanti jika kawasan terbangun, sementara akan dimasukkan 40 eks napiter jadi anggota  koperasi. Di Lamongan, model pembinaan dibentuk yayasan. Jumlah eks napiter Indonesia sejak 2000 an ada 600 orang. Yang sedang menjalani hukuman di lapas ada 1000 an orang.

Sedang Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi menyatakan untuk pembuatan masterplan perlu segera dilakukan. Sehingga perlu duduk bersama tiga pihak bersama. Setelah masterplan siap, maka skala prioritasnya apa. Sebab harus bekerja sistematis. "Saya tidak mau kerja sporadis," tegas Maskuri. 

Tujuannya agar untuk percepatan edukasi, maka eks napiter harus disibukkan dengan kegiatan agar mereka enjoy dan menimbulkan kecintaan pada NKRI. Dalam bayangannya sudah ada bayangan kegiatan berupa peternakan, perikanan, koperasi, pertanian. "Karena ini juga kegiatan akademik, maka Unisma akan melibatkan dosen-mahasiswa untuk MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka).

Warung NKRI

Dikatakan Kepala BNPT,  kejahatan terorisme  adalah anti agama dan menghalalkan segala cara. Mereka anti kontitusi negara, anti pada keberagaman, anti kemanusian. Terorisme adalah ideologi berbasis kekerasan. Maka diperlukan vaksin-vaksin untuk membangun tingkat kekebalan tubuh masyarakat. 

Dalam kawasan khusus itu ada Warung NKRI yaitu singkatan dari wadah akur rukun usaha nurani gelorakan NKRI sebagai tempat untuk pengayaan kebangsaan. Disana ada bendera merah putih dan diperdengarkan lagu-lagu perjuangan dan obrolan perjuangan yang bisa melibatkan akademisi, eks napiter dll. 

"Insyaallah bisa terlaksana obrolan-obrolan kebangsaan bagi generasi muda. Misalkan  mahasiswa Unisma, ormas dan pelajar di Kabupaten Malang dan Jatim," kata Boy. Siapa yang mengelola, yaitu eks napiter dan eks penyitas yang nanti iwadahi koperasi. Para eks napiter jadi anggota koperasi dan ikut pelatihan UMKM sesuai minat dan bakat. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved