Berita Batu Hari Ini

Alun-Alun Batu akan Ditutup saat Perayaan Tahun Baru 2022, Pedagang PKL Masih Dibolehkan Jualan

Alun-Alun Batu dan jalanan di sekitarnya akan ditutup pada malam perayaan Tahun Baru 2022.

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Suasana Alun-Alun Batu pada libur akhir tahun 2021. Pada perayaan Tahun Baru 2022, Alun-Alun Batu dan jalanan di sekitarnya direncanakan akan ditutup. 

Berita Batu Hari Ini
Reporter: Benni Indo
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | BATU - Alun-Alun Batu dan jalanan di sekitarnya akan ditutup pada malam perayaan Tahun Baru 2022.

Penutupan akan dimulai per 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022.

Kasatlantas Polres Batu, AKP Indah Citra Fitriani, mengatakan penutupan mulai pukul 17.00-03.00 WIB.

Penutupan ini kata dia untuk mencegah potensi penularan Covid-19, apalagi muncul kasus temuan varian Omicron yang telah menjangkiti sejumlah warga negara Indonesia.

''Malam pergantian tahun baru nanti dipastikan Alun-Alun Batu sebagai pusat keramaian akan ditutup,” jelas dia.

Meski begitu, para pedagang kaki lima di sekitar alun-alun masih dibolehkan berjualan.

"Jadi, hanya alun-alun saja yang ditutup," sambungnya.

Sejumlah jalan juga akan direkayasa antara lain di Jalan Kartini, Jalan Gajahmada, Jalan Sudiro, Jalan Agus Salim, Jalan Diponegoro, Jalan Kawi, Jalan Panderman dan Jalan Semeru. Meski ada rekayasa, tapi tidak ada penyekatan.

Petugas akan berjaga di lima pos pengamanan yang tersebar di Pendem, Garuda, Baloga, Kambal, dan Mangir Kasembon.

Sedangkan pos pelayanan ditempatkan di Alun-Alun Batu.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menambahkan bahwa wisatawan akan menghadapi enam titik pos pelacakan.

Di masing-masing pos ini, pengendara akan dilakukan tes swab acak.

Adapun, keenam titik tersebut terdapat di Pos Kandangan, Pos Kambal, Pos Garuda, Pos Baloga, Pos Pendem dan Pos Pelayanan di kawasan Alun-alun Kota Batu. 

Sementara itu, untuk kesiapan protokol jelang libur nataru ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu Imam Suryono menjelaskan, akan ada 100 personsl gabungan yang akan berjaga di enam pos tersebut.

Nantinya, pengendara akan diperiksa kelengkapan dosis vaksinasi yang diterima dan persyaratan keterangan swab antigen atau PCR. 

''Keterangan rapid atau PCR ini nanti tetap akan kami periksa, meski sudah vaksin dosis kedua,'' kata dia.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, industri perhotelan di Kota Batu tingkat okupansinya hanya berkisar di angka 50 sampai 59 persen.

Hal ini diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi.

Sujud mengatakan wisatawan hari ini lebih memilih untuk melihat situasi dan kondisi Kota Batu lebih dulu sebelum memutuskan untuk menginap.

Beda dengan sebelumnya yang melakukan reservasi dulu baru berangkat berwisata.

''Kami prediksi kondisi itu akan berlangsung hingga tahun baru nanti. Jadi, misal ada wisatawan datang pasti datang langsung ke hotel untuk pesan kamar,'' jelas dia.

Meski begitu, tetap ada rasa syukur karena tingkat okupansi bulan ini lebih tinggi dibandingkan di masa PPKM Juli lalu.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved