Jendela Dunia

Sejarah Tentang Tanggal 1 Januari Diperingati sebagai Tahun Baru

SURYAMALANG.COM - Berikut adalah sejarah singkat tentang tanggal 1 Januari yang dijadikan momentum sebagai perayaan Tahun Baru.

Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Canva.com
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM - Berikut adalah sejarah singkat tentang tanggal 1 Januari yang dijadikan momentum sebagai perayaan Tahun Baru.

Di Romawi, Kalender Romawi awal terdiri dari 10 bulan dan 304 hari, dengan setiap tahun baru dimulai pada titik balik musim semi.

Selama berabad-abad, kalender ini tidak sinkron dengan matahari.

Pada 46 SM kaisar Julius Caesar memutuskan untuk memecahkan masalah dengan berkonsultasi dengan astronom dan matematikawan terkemuka pada masanya.

Dia memperkenalkan kalender Julian, yang sangat mirip dengan kalender Gregorian yang lebih modern yang digunakan sebagian besar negara di dunia saat ini.

Dilansir History, sebagai bagian dari reformasinya, Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari pertama tahun itu.

Namanya dipakai untuk menghormati nama bulan itu: Janus, dewa permulaan Romawi, yang dua wajahnya memungkinkannya melihat kembali ke masa lalu dan maju ke masa depan.

Orang Romawi merayakannya dengan mempersembahkan korban kepada Janus, bertukar hadiah satu sama lain, mendekorasi rumah mereka dengan cabang pohon salam, dan menghadiri pesta yang meriah.

Di Eropa abad pertengahan, para pemimpin Kristen untuk sementara menggantikan 1 Januari sebagai hari pertama tahun itu dengan hari-hari yang membawa makna lebih religius.

Paus Gregorius XIII menetapkan kembali 1 Januari sebagai Hari Tahun Baru pada tahun 1582.

Di banyak negara, perayaan Tahun Baru dimulai pada malam hari tanggal 31 Desember dan berlanjut hingga dini hari tanggal 1 Januari.

Di Amerika Serikat, tradisi Tahun Baru yang paling ikonik adalah menjatuhkan bola raksasa di Times Square New York City pada tengah malam.

Jutaan orang di seluruh dunia menonton acara tersebut, yang telah berlangsung hampir setiap tahun sejak 1907.

Seiring waktu, bola itu sendiri telah bertransformasi, dari bola besi dan kayu seberat 700 pon menjadi bola bermotif cerah dengan diameter 12 kaki dan berat hampir 12.000 pound.

Berbagai kota dan kota di seluruh Amerika telah mengembangkan versi mereka sendiri dari ritual Times Square.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved