Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Jumlah Kasus Kebakaran di Kota Malang Menurun, Pemadam Kebakaran Tetap Beri Imbauan Ini

Di tahun 2022 ini, UPT PMK Kota Malang akan terus berupaya menekan angka kasus kebakaran. Salah satunya, mengintensifkan penyuluhan kebakaran kepada

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
TribunJatim/ Kukuh Kurniawan
ILUSTRASI Pemadam Kebakaran - Petugas UPT PMK Kota Malang saat melakukan pemadaman menggunakan APAR pada kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kasus kebakaran di wilayah Kota Malang terus alami penurunan.

Hal itu terlihat, dari data UPT Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang mulai dari tahun 2019 hingga tahun 2021.

Kepala UPT PMK Kota Malang, Teguh Budi Wibowo mengatakan tahun 2019, tercatat sebagai tahun dengan kasus kebakaran tertinggi.

"Di tahun 2019, terjadi 133 kasus kebakaran. Sedangkan untuk kasus evakuasi penyelamatan hewan, sebesar 66 kasus," ujar Teguh, Selasa (4/1/2022).

Lalu di tahun 2020, tercatat terjadi 74 kasus kebakaran. Sedangkan evakuasi penyelamatan hewan, sebesar 195 kasus.

"Sedangkan di tahun 2021, terjadi 66 kasus kebakaran. Dengan evakuasi penyelamatan hewan, sebesar 321 kasus," jelasnya.

Teguh mengungkapkan, penyebab kasus kebakaran, masih didominasi akibat korsleting listrik.

"Namun, dengan angka kasus kebakaran yang terus menurun dari tahun ke tahun. Hal itu dapat menunjukkan, bahwa masyarakat sudah makin peduli dan lebih memperhatikan berbagai sambungan listrik di rumah," bebernya.

Oleh karena itu di tahun 2022 ini, UPT PMK Kota Malang akan terus berupaya menekan angka kasus kebakaran.

Salah satunya, mengintensifkan penyuluhan kebakaran kepada masyarakat.

"Contohnya, kita adakan pemeriksaan alat-alat proteksi kebakaran baik di perusahaan maupun hotel-hotel yang ada di Kota Malang. Selain itu, kita juga mengundang masyarakat untuk mengikuti penyuluhan kebakaran di Mako Damkar Kota Malang," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Teguh juga mengimbau kepada masyarakat. Untuk lebih memperhatikan sambungan listrik di rumah.

"Sambungan listrik yang tidak tersambung dengan sempurna, dapat memicu korsleting dan rentan terjadi kebakaran. Untuk mencegah kebakaran akibat korsleting listrik, cabut sambungan listrik apabila tidak digunakan. Apabila terlihat ada kabel yang terkelupas, langsung diberi isolasi listrik atau isolasi bakar agar lebih aman," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved