Berita Batu Hari Ini

Kejari Batu Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pajak DPHTB 2020

Sebanyak 10 saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Batu perihal pengusutan kasus dugaan korupsi penyimpangan dana pungutan pajak

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu, Supriyanto. 

Berita Batu Hari Ini
Reporter: Benni Indo
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | BATU - Sebanyak 10 saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Batu perihal pengusutan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dana pungutan pajak daerah berupa Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan ( BPHTB) 2020.

Kepala Kejaksaan Negeri Batu, Supriyanto mengatakan penyidiknya terus mendalami kasus untuk segera menetapkan tersangka.

Pasalnya, sudah ada bukti permulaan yang cukup kuat sehingga beberapa waktu lalu statusnya dinaikan menjadi penyidikan.

“Kami sudah memanggil sepuluh saksi, baik dari dinas terkait maupun notaris. Doakan segera selesai. Nanti akan kami rilis ke publik jika sudah menetapkan tersangkanya,” ungkapnya, Selasa (25/1/2022).

Setelah memanggil sepuluh orang saksi, Jaksa berencana akan memanggil sejumlah orang lagi untuk dimintai keterangan.

Sejauh ini, proses berjalan lancar. Supriyanto menegaskan tidak ada kendala sulit yang dihadapi.

Ia pun meyakini kasus akan segera bisa dituntaskan lalu disidangkan.

“Tidak ada kendala sama sekali. Semua berjalan sesuai dengan yang kami inginkan,” jelasnya.

Kejari Batu menaikan status penyelidikan menjadi penyidikan pada 17 Januari 2022.

Peningkatan tahapan dari penyelidikan menjadi penyidikan ini karena telah ditemukan bukti permulaan yang cukup adanya peristiwa dugaan tindak pidana korupsi.

Peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan tersebut setelah melalui forum ekspos (gelar perkara) atas hasil penyelidikan.

Berdasarkan forum ekspos tersebut, semua penyelidik sepakat untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan sebagaimana Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Batu No : Print-01/M.5.44/Fd.1/01/2022 tanggal 17 Januari 2022.

Setelah diterbitkan Surat Perintah Penyidikan tersebut, tim penyidik segera melakukan tindakan penyidikan dengan memanggil para saksi dan ahli, termasuk mempelajari surat dan barang bukti.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved