Penampakan Sapi Berkepala 2, Bermulut 2 dan Bermata 4, Kasus Langka yang Hebohkan Warga Sampai Antri
Penampakan sapi berkepala dua, bermulut dua dan bermata empat, kasus langka yang hebohkan warga sampai antri
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Penampakan sapi berkepala dua, bermulut dua dan bermata empat membuat heboh warga India.
Akibat sapi berkepala dua itu, warga sampai rela mengantri demi melihat kasus langka yang jarang terjadi pada hewan tersebut.
Di sisi lain, dokter justru mempunyai diagnosa berbeda atas hidup anak sapi berkepala dua yang viral itu.
Dilansir dari WION via Kompas.com, Sabtu (29/1/2022), anak sapi berkepala dua, bermulut dua dan bermata empat itu hanya memiliki satu tenggorokan.
Anak sapi berwarna cokelat muda ini lahir di distrik Gomati Timur laut India.
Menurut media lokal, hal itu menjadi salah satu kasus paling langka.
Kelahiran anak sapi berkepala dua merupakan akibat dari kelalaian genetik atau kerusakan sistem saraf selama perkembangan dan pembelahan embrio hewan.

Hewan yang lahir dengan kepala lebih dari satu ini disebut polycephaly.
Mereka umumnya tidak hidup lebih dari beberapa bulan.
Anak sapi itu kini tengah dirawat dokter hewan setempat.
Dokter juga meyakini peluang untuk anak sapi itu bertahan hidup sangat rendah.
Kelahiran anak sapi berkepala dua itu mengundang banyak orang untuk melihatnya.
Bahkan mereka rela mengantri untuk melihat anak sapi yang terbaring di kandang bersama ibunya.
Wakil Direktur Departemen Pengembangan Sumber Daya Hewan, Dr Pritam Sarkar mengatakan, dirinya belum pernah melihat kasus seperti ini sebelumnya.
"Saya belum pernah melihat kasus seperti ini diTripura dalam 15-20 tahun terakhir."
"Tingkat keberlangsungan hidup dalam kasus seperti ini hanya sekira 38 persen," ungkapnya.
Sarkar juga mengatakan, sulit untuk menyelamatkan anak sapi tersebut.
Terlebih saat hewan itu hanya memiliki satu tenggorokan dan dua telinga meski memiliki dua kepala, dua mulut, dan empat mata.
Mengutip TribunTrends.com 'Kasus Langka, Anak Sapi Baru Lahir Ini Gemparkan India, Punya 2 Kepala, 2 Mulut dan 4 Mata'.

Kasus serupa ternyata pernah terjadi di Kabupaten Dejiang, Provinsi Guizhou di China tenggara.
Sapi di negara tersebut lahir dengan dua kepala, dua telinga, dua mulut, dan empat mata.
Kemudian pada hewan lain juga dialami seekor kura-kura berkepala dua di New England Wildlife Center, Massachusetts.
Meski hanya memiliki satu tubuh, kura-kura terrapin punggung berlian (Malaclemys terrapin) tersebut dalam kondisi sehat dan aktif.
"Hewan dengan kondisi langka ini tak selalu bertahan lama atau hidup dengan kualitas yang baik. Tetapi kura-kura ini memberi kami alasan untuk optimis," tulis Pusat Margasatwa dalam akun media sosial mereka.
Mengutip Live Sciece, Sabtu (16/10/2021) faktor genetik atau lingkungan yang memengaruhi embrio saat berkembang dapat menyebaban kondisi yang dikenal sebagai bicephaly atau memiliki dua kepala.
Hewan hidup dengan bicephaly sangat langka, karena banyak yang tak bertahan hidup.
Beberapa contoh lain hewan dengan bicephaly adalah ular beludak berkepala dua yang ditemukan di Virginia.
Ada lagu rusa berkepala dua yang ditemukan di Minnesota, serta lumba-lumba berkepala dua yang dibawa keluar dari Laut Utara.
Lebih lanjut, kura-kura sendiri menetas di tempat yang dilindungi.
Pusat satwa liar telah merawat mereka selama lebih dari dua minggu.
Pusat margasatwa telah menggunakan sinar-X untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana kura-kura menavigasi dunia.
Tampaknya, mereka memiliki dua tulang belakang yang menyatu lebih jauh di bawah tubuh dan setiap kura-kura memiliki kendali atas tiga kaki.
Dalam beberapa hari pertama setelah menetas, kura-kura diberi nutrisi dari kuning telur yang sama.
Makanan juga diberi bubuk putih yang dapat terlihat dengan sinar-x.
Mengutip Kompas.com 'Langka, Kura-Kura Berkepala Dua Menetas di Amerika'.

Para peneliti menemukan, bahwa setiap kura-kura ternyata memiliki saluran pencernaan yang terpisah.
Salah satu saluran pencernaan tampaknya sedikit lebih berkembang, tetapi kedua kura-kura dapat makan dan mencerna makanan.
Tes berenang di air yang dilakukan menunjukkan, jika kura-kura ini juga dapat mengoordinasikan berenang ke permukaan untuk bernapas.
Keduanya makan, berenang, dan berat badannya juga bertambah.
"Mereka bekerja sama untuk menavigasi lingkungan mereka. Tapi masih banyak yang harus dipelajari dari mereka," tulis pusat margasatwa dalam unggahan mereka.
Untuk itu para peneliti pun berharap dapat melakukan CT scan saat kura-kura lebih dewasa, untuk mempelajari organ dan struktur internalnya.
Ikuti berita berita viral lainnya.
Penulis: Sarah/SURYAMALANG.COM