Venna Melinda Sengaja Undang Mantan Suami ke Acara Nikahan dengan Ferry Irawan, Ini Motifnya
Persiapan acara pernikahan pasangan artis Venna Melinda dan Ferry Irawan sudah hampir selesai.
Penulis: Frida Anjani | Editor: Dyan Rekohadi
Sebelum mengirim undangan ke mantan, baiknya membuat skenario kira-kira apa yang akan terjadi.
"Bisa saja dia (mantan) datang tidak dengan baik-baik. Bisa saja dia datang kecewa, menangis nggerung-nggerung, itu perlu dipikirin. Atau dia (mantan) datang dengan kejam, misalnya ngamuk-ngamuk, itu juga harus dipikiran skenario-skenario yang begitu," papar Baby.
"Atau mantannya bawa pacarnya yang baru, rasanya kita melihatnya gimana?Kemungkinan-kemungkinan itu perlu dipikirkan."
Bagaimana mengontrol emosinya?
Untuk mengontrol emosi, Baby mengatakan, pihak yang mengundang perlu berbicara dengan pasangan soal bagaimana kita mengekspresikan perasaan ketika si mantang datang.
"Apakah pura-pura enggak tahu menahu atau seperti apa. Pikirkan juga kemungkinan kalau kita pura-pura cuek kemudian mantan tidak terima," katanya.
Selain itu harus dipikirkan juga keluarga kedua belah pihak harus bersikap seperti apa ketika mantan datang.
Bagaimanapun, kata Baby, keluarga pasti pernah mengenal orang yang pernah menjalin hubungan dengan anaknya.
"Orangtua saya misalnya, pasti pernah kenal sama mantan saya. Kalau dia (datang ke acara pernikahan), terus mereka mau memperlakukannya bagaimana wong enggak jadi sama dia," ujarnya.
"Kemudian orangtua pasangan saya harus bagaimana dengan si mantan ini."
Dari pemikiran-pemikiran tersebut, Baby menyarankan bagi pasangan yang ingin menikah sebaiknya tidak usah mengundang mantan.
Pasalnya, kata Baby, pasangan mengambil langkah untuk menikah tentu ingin dimulai dengan hal yang baik, bukan dengan luka batin.
Jika awal pernikahan ada kejadian-kejadian yang tidak bisa dikontrol, apapun masalahnya, hal itu dapat dibahas terus menerus sepanjang pernikahan.
Kenapa mantan datang bisa jadi sangat emosi?
Baby berkata, semua kenangan manusia disimpan di alam bawah sadar. Apa yang ditampilkan oleh manusia adalah apa yang bisa kita kontrol atau pikiran sadar.