Minggu, 12 April 2026

Berita Arema Hari Ini

UPDATE Kabar Eduardo Almeida Positif Covid-19, Tim Dokter Menduga Terpapar di Ruang Ganti Stadion

Kabar buruk datang dari pelatih Arema FC Eduardo Almeida yang dinyatakan mengalami gejala Covid-19. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: Eko Darmoko
Instagram
UPDATE Kabar Eduardo Almeida Positif Covid-19, Tim Dokter Menduga Terpapar di Ruang Ganti Stadion 

SURYAMALANG.COM - Kabar buruk datang dari pelatih Arema FC Eduardo Almeida positif Covid-19 mengejutkan banyak pihak.

Tim dokter Arema FC menduga kemungkinan Eduardo Almeida terpapar Covid-19 saat di ruang ganti di stadion

Secara tidak langsung, ruang ganti jadi sumber baru penularan Covid-19 di lingkungan kompetisi Liga 1 musim ini.

Hal ini terjadi saat Arema FC baru saja mengumumkan bahwa pelatih mereka, Eduardo Almeida mengalami gejala Covid-19 jelang lawan Persiraja Banda Aceh pada Kamis (10/2/2022) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Karena alasan itulah, Arema FC langsung mengevakuasi Eduardo Almeida dan tidak mendampingi tim saat pertandingan lawan Persiraja Banda Aceh.

Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida
Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida (SURYAMALANG.COM/Arema FC Official)

Berita terpaparnya Eduardo Almeida menjadi babak baru penularan Covid-19 di lingkungan kompetisi.

Berdasarkan tracing yang dilakukan tim dokter Arema FC, adanya kemungkinan besar pelatih terpapar saat berada di ruang ganti pemain.

Mengutip Bolasport.com, 'Kini Ruang Ganti di Stadion Jadi Sumber Penularan Covid-19 di Liga 1'.

Hal tersebut menjadi temuan penting, sebab selama ini ruang ganti pemain terlewat dari perhatian panitia Liga 1.

Ruang ganti memiliki kriteria-kriteria sumber penyebaran, yakni digunakan banyak orang, tertutup, dan memiliki sirkulasi udara yang minim.

Dokter tim Arema FC, dr Nanang Tri Wahyudi Sp KO meminta PT LIB memberikan tindak lanjut.

Menurut dr Nanang Tri Wahyudi Sp Ko, penyelesaian terbaik adalah penambahan venue untuk seri keempat.

Penambahan venue bertujuan memberikan waktu bagi panitia untuk membersihkan stadion secara keseluruhan.

“Ya, idealnya memang tidak main hanya di tiga stadion. Bisa ditambah venue lain, mungkin sudah saatnya kembali ke Jawa,” ujar dokter lulusan Spesialis Kedokteran Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dikutip dari Kompas.com.

Menurut Nanang, penambahan venue akan memberikan waktu untuk sterilisasi menyeluruh.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved