Berita Tulungagung Hari Ini
70 Persen SMP dan SMA di Tulungagung Terjadi Penularan Covid-19, Tak Ada Klaster SD
Dinas Kesehatan (Dinkes) melacak dan uji random Covid-19 di 78 lembaga SMP dan SMA negeri di Tulungagung.
Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG,COM, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) melacak dan uji random Covid-19 di 78 lembaga SMP dan SMA negeri di Tulungagung.
Hasilnya, sekitar 70 persen lembaga ditemukan kasus penularan Covid-19.
Sementara hasil pelacakan di tingkat SD tidak ditemukan klaster.
"Ada temuan kasus di SD, tapi tidak sampai membentuk klaster. Karena penularannya di keluarga, tidak di sekolah," terang Didik Eka, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (17/2/2022).
Saat ini Dinkes masih melanjutkan tracing ke semua SMP dan SMA negeri di Tulungagung, baik sekolah yang sudah terjadi penularan maupun yang belum.
Hal ini untuk memastikan status penularan Covid-19 di setiap sekolah.
"Semua sekolah negeri yang kemarin melaksanakan PTMT kami tes semua, dengan cara random. Hasil yang sudah masuk, 70 persen ada penularan," sambung Didik.
Temuan ini akan disampaikan ke Bupati Tulungagung, selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (STPPC).
Nantinya temuan ini akan menjadi bahan evaluasi kebijakan pembelajaran selanjutnya.
Saat ini di Tulungagung terdapat 217 lembaga SMP dan SMA sederajat.
Pelacakan tidak dilakukan di tingkat SD karena tidak sampai membentuk klaster.
Selain itu pada siswa tingkat SD mempunyai mobilitas terbatas, kecuali diajak orang tuanya.
"Kalau anak SD kan tidak pergi jauh kalau tidak diajak orang tuanya. Berbeda dengan siswa SMP dan SMA," ucap Didik.
Temuan siswa SD yang terkonfirmasi murni dari klaster keluarga.
Hasil pelacakan tidak sampai terjadi penularan yang meluas di sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pelacakan-tracing-covid-19-di-smp-di-kabupaten-tulungagung.jpg)