Berita Viral

Anak Ini Rela Mendaki Gunung Dua Jam Demi Dapatkan Internet untuk Tes Masuk Univeritas

Cita-citanya adalah menjadi seorang guru sehingga ia rela mendaki Bukit Kelingkang agar mendapatkan koneksi internet.

SS/Worldofbuzz
seorang anak laki-laki berusia 19 tahun dari Sarawak menjadi viral setelah dia tidak punya pilihan selain mendaki gunung selama dua jam hanya untuk memastikan bahwa dia memiliki koneksi internet yang stabil untuk wawancara online dengan universitas. 

SURYAMALANG.COM- Bersyukurlah kalian yang mudah mendapatkan akses internet. Sebab, tidak semua orang bisa menikmati layanan internet dengan mudah dan murah.

Baru-baru ini, seorang anak laki-laki berusia 19 tahun dari Sarawak menjadi viral setelah dia tidak punya pilihan selain mendaki gunung selama dua jam hanya untuk memastikan bahwa dia memiliki koneksi internet yang stabil untuk wawancara online dengan universitas.

Cita-cita Frank Steward Panting Sa adalah menjadi seorang guru sehingga ia rela mendaki Bukit Kelingkang agar mendapatkan koneksi internet.

Kakak laki-lakinya, Mario, membagikan video di Facebook di mana Frank terlihat duduk di atas tikar di gubuk darurat yang dibangun oleh ayahnya Sa Ujom.

Frank membawa tikar untuk duduk, namun celananya basah selama wawancara karena hujan deras.

“Kakinya digigit lintah, tetapi dia terus mengikuti jejak orang lain yang telah mencapai kesuksesan dalam hidup mereka," kata kakakynya.

Mario menjelaskan bahwa rumah mereka di Teberu, Ulu Kemalih dilengkapi dengan jaringan WiFi Sarawak Linking Urban, Rural and Nation (Saluran).

Namun, jaringan internet di rumahnya tidak dapat mendukung persyaratan data wawancara online, yang membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan.

Jaringan internet di rumahnya hanya dapat digunakan untuk WhatsApp dan Facebook karena membutuhkan lebih sedikit penggunaan data.

“Begitu sulitnya jangkauan jaringan di pedesaan. Kami harus menanggungnya dan sekaligus berharap pihak-pihak terkait dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Frank mengatakan bahwa wawancara 45 menit itu untuk konseling, syarat masuk di universitas.

Sebelumnya, dia menghadiri wawancara serupa di tempat yang sama.

“Hasilnya diharapkan keluar dalam dua minggu. Saya 70 persen yakin bahwa saya akan lulus wawancara,” tambah Frank.

Kami berharap Frank sukses dengan masa depannya dan berharap dia bisa semakin dekat dengan mimpinya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved