Berita Gresik Hari Ini
Warga Harus Pergi Pagi-Pagi buat Beli Minyak Goreng di Minimarket
Warga Gresik harus mengantre sejak pagi untuk membeli minyak goreng Rp 14.000 di minimarket.
Tidak ada antrean ibu rumah tangga untuk membeli minyak goreng.
Ternyata stok minyak goreng sudah habis.
Yang tersisa hanya minyak goreng seharga Rp 30 ribuan yang terbuat dari kelapa bukan kelapa sawit.
Hal ini membuat ibu-ibu harus gigit jari.
"Sudah habis kalau cari minyak goreng agak siangan," ujar Rizka (26).
Pemandangan ibu-ibu mencari minyak goreng sudah tidak asing lagi sejak bulan lalu.
Keberadaan minyak goreng murah itu langka.
Sekalipun ada, harganya di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Kelangkaan Minyak Goreng di Gresik menjadi perhatian besar.
Pasalnya ada empat produsen minyak goreng berdiri di Gresik, salah satunya PT Wilmar Nabati Indonesia yang memiliki market share 30 persen kebutuhan minyak goreng nasional.
Forkopimda Gresik sudah mendatangi produsen minyak goreng di Gresik, bahkan ke gudang distributor minyak goreng.
Hasilnya produksi minyak goreng sama seperti biasa, gudang minyak goreng aman tidak ditemukan indikasi penimbunan.
Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis dalam beberapa kesempatan, jika ada indikasi penimbunan minyak goreng akan memberikan tindakan tegas.
Bila warga menemukan indikasi penimbunan minyak goreng bisa segera melapor ke kantor polisi terdekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/antrean-warga-gresik-di-minimarket-untuk-beli-minyak-goreng.jpg)